Ibu Kota Buku

Muhidin M. Dahlan *
jawapos.com

Beirut, kota yang kerap dikutuk sebagai salah satu ibu kota yang paling rajin memproduksi teror dan kekerasan di kawasan samudera pasir, menjelma menjadi kota buku paling semarak di tahun ini. Ibu kota Lebanon itu terpilih sebagai ibu kota buku dunia (World Book Capital) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Program yang bernama ”a city the World Book Capital for year” ini sudah berlangsung sejak 2001. Kota Madrid menjadi kota pembuka untuk pelaksanaan program ini. Lalu berturut-turut Alexandria (2002), New Delhi (2003), Antwerp (2004), Montreal (2005), Turin (2006), Bogot? (2007), Amsterdam (2008), dan sekarang Beirut. Continue reading “Ibu Kota Buku”

Aristoteles dan Para Pemikir Busuk

Djoko Pitono *
jawapos.com

Politics and the fate of mankind are shaped by men without ideals and without greatness. Men who have greatness within them don’t in for politics. Albert Camus (1913-1960)

Politik itu kotor, kata Albert Camus, pengarang Prancis pemenang Hadiah Nobel Sastra 1957. Politik dan nasib umat manusia, katanya, dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan (kearifan). Orang-orang yang memiliki kehebatan tidak mau terjun ke politik. Continue reading “Aristoteles dan Para Pemikir Busuk”

Kearifan Seorang Sufi

Akhmad Zaini*
http://www.jawapos.com/

Dalam sejarah perjalanan bangsa ini, nama KH Achmad Siddiq (1926-1991) tentu bukanlah nama asing. Sebab, dari ulama sederhana dan kharismatik itu, muncul sejumlah pemikiran besar yang berdampak sangat luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

Pemikiran Kiai Achmad yang paling monumental adalah soal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Kiai Achmad, NKRI yang berdasar Pancasila merupakan bentuk final. Karena itu, tidak perlu diotak-atik lagi. Dalam kehidupan bernegara, semua harus mengakui dan menerima NKRI dan Pancasila. Continue reading “Kearifan Seorang Sufi”

MEMAHAMI KEBUDAYAAN ETNIS MELALUI KESUSASTRAAN INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Ketika Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, menegaskan pernyataan sikap para pemuda Indonesia yang mengaku: “bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” saat itulah sesungguhnya identitas etnis –diwakili Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia—dan Continue reading “MEMAHAMI KEBUDAYAAN ETNIS MELALUI KESUSASTRAAN INDONESIA”

Kitab Sastra Selebritas

A. Qorib Hidayatullah
indonimut.blogspot.com

Tatkala kampanye terbuka digelar, sebagian artis-selebritas Indonesia lagi sibuk berkampanye demi mendulang suara pada pemilu legislatif nanti. Kini ditengarai, keranjingan mutakhir artis tanah air pada berduyun-duyun terjun di ranah politik. Untuk menandai hal ini, PAN tak lagi dijuluki Partai Amanat Nasional, tapi Partai Artis Nasional. Continue reading “Kitab Sastra Selebritas”

Bahasa »