Merangkai Kisah dengan Garis

Sjifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Ide membuat goresan garis menjelma jadi karya seni spektakular dan sarat makna.

Adalah garis-garis dari batang puntung rokok yang disusun membentuk tulisan “NGGAK ADA MATINYA”. Ini adalah karya yang akan menyambut setiap pengunjung pada pameran Ligne a Ligne (Garis ke Garis) di Galeri Nasional yang melibatkan seniman kontemporer Prancis dan Indonesia. Pameran ini berlangsung hingga 16 Mei. Continue reading “Merangkai Kisah dengan Garis”

Kelola Lingkungan, Bercermin pada Masyarakat Bali Kuno

Made Geria *
balipost.com

MEMPERHATIKAN sejumlah pembangunan fisik di Bali, tidak sedikit keberadaannya yang kontraproduktif terhadap lingkungan alam. Eksploitasi terhadap alam berlebihan tanpa mempertimbangkan kekhasan alam Bali, bahkan ada pelaku pembangunan yang amnesia terhadap kearifan peradaban Bali yang justru telah teruji ratusan bahkan ribuan tahun dalam menjaga keseimbangan alam Bali.

Ada sejumlah contoh yang perlu menjadi pertimbangan dalam memahami pembangunan alam Bali secara utuh. Masyarakat Bali kuno dalam mewujudkan bangunan fisik selalu mempertimbangkan dan memberi ruang khusus terhadap keseimbangan lingkungan. Continue reading “Kelola Lingkungan, Bercermin pada Masyarakat Bali Kuno”

Yang Teramputasi

Gus Martin

Beranda

AKU punya rasa sesal amat sangat yang kini kupendam jauh di dasar hatiku. Kadang menyakitkan. Rasa sesal itu, bukan lantaran aku terlahir berbekal cacat dan keanehan yang dalam sepanjang perjalanan hidupku memberi kesempatan pada banyak orang untuk menolok-olokku, menghinaku, dan mentertawaiku. Rasa sesal itu, justru lantaran bagian tubuhku yang tak wajar itu kini sudah diamputasi dan dikremasi. Continue reading “Yang Teramputasi”

Tetap Berpihak

Silvia Galikano
http://jurnalnasional.com/

Dia pernah menyebut generasinya sebagai generasi koma, sementara itu generasi sesudahnya adalah generasi titik. Koma berarti belum berhenti, masih ada lanjutannya.

Senin (4/5) lalu, di Goethe Haus Jakarta, digelar diskusi dalam rangka mengenang 80 tahun Yusuf Bilyarta Mangunwijaya Pr. (Ambarawa, 6 Mei 1929?Jakarta, 10 Februari 1999), atau lebih dikenal dengan Romo Mangun. Mengambil tema Romo Mangun: Antara Sastra dan Arsitektur dengan pembicara Mudji Sutrisno dan Erwinthon P. Napitupulu yang masing-masing mengulas peran Mangun dari sisi kepenulisan dan sebagai arsitek. Continue reading “Tetap Berpihak”

Sastra dan Keberjarakan Masyarakat*

Satmoko Budi Santoso
Media Indonesia

DALAM telaah sosiologi kesusastraan, Lucien Goldman menengarai perihal hubungan sastra dan masyarakat sebagai interaksi oposisi biner: berseberangan tetapi tak saling menolak. Masyarakat merespons sastra dan sastra merupakan abstraksi peristiwa kemasyarakatan. Persepsi semacam ini berjalan sebagai bagian interaksi logis antara sastra dan publik pembacanya. Meski saat ini bolehlah dikatakan bahwa karya sastra tetap berada dalam situasi yang selalu memungkinkan “bertengkar dalam posisinya sebagai menara gading”. Continue reading “Sastra dan Keberjarakan Masyarakat*”

Bahasa »