With Love From Gaza

Zulfahani Hasyim
http://oase.kompas.com/

“Kau tenang saja sayangku, kau akan segera mendapat perawatan.” Kata Abdullah kepada Fayla, isterinya. Sementara Fayla semakin merapatakan pelukannya di dada Abdullah. Tak ada keluh kesah keluar dari bibir Fayla. Ketulusan cintanya telah membenamkan semua rasa sakit dalam lautan kerelaan. Walau bayi dalam kandungannya terus memberontak hendak keluar karena memang sudah saatnya dia terlahir ke dunia. Continue reading “With Love From Gaza”

Kembang Gula

Pranita Dewi

Beranda

SEMANIS-MANISNYA cerita, tidak semanis kembang gula. Rasanya begitu legit. Terasa dingin di bibir dan kemudian rasa itu menghilang ketika sampai di pangkal lidah. Manisnya memang sungguh berbeda, perpaduan antara manisnya madu dengan sari gula tebu. Seperti sarang laba-laba, jaringnya begitu halus, setipis awan. Hanya karena berwarna merah, aku menyebutnya gulali Jawa. Continue reading “Kembang Gula”

Membangun Gerakan Politik lewat Musik

Wakos R. Gautama*
http://www.lampungpost.com/

Musik mempunyai peran begitu besar dalam kehidupan manusia. Lewat musik, manusia bisa mengaktualisasikan diri. Kita bisa tahu apa yang sedang dialami seseorang hanya lewat musik yang didengarnya; apakah ia sedang sedih, gembira, jatuh cinta atau sedang patah hati.

Ketika sedang patah hati, misalnya, seorang Slankers tidak akan bosan-bosannya mendengarkan lagu Anyer 10 Maret. Atau jika Anda seorang Baladewa yang sedang rindu dengan kekasih, maka lagu Kangen bisa Anda putar berulang-ulang di MP3 player Anda. Saat terjadi bencana tsunami di Aceh, Untuk Kita Renungkan atau Berita Kepada Kawan milik Ebiet G. Ade menjadi lagu wajib di televisi. Continue reading “Membangun Gerakan Politik lewat Musik”

Bahasa ยป