Neo-Liberal

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

PADA suatu hari yang tak diumumkan, menjelang tahun 2009, neo-liberalisme terjerembap. Tapi lakon dengan tema ?Negara & pasar? itu tetap tak mudah diselesaikan.

Di Australia, misalnya. Kevin Rudd, perdana menteri yang berasal dari Partai Buruh, menulis sebuah esai dalam The Monthly awal tahun ini: krisis yang sekarang menghantam dunia adalah titik puncak ?neo-liberalisme? yang mendominasi kebijakan ekonomi dunia sejak 1978. Kini, masa kejayaan 30 tahun itu berakhir dengan kegagalan. Continue reading “Neo-Liberal”

Gairah Komodifikasi Sastra dan Operasi Intertekstualitas

Satmoko Budi Santoso
Media Indonesia

KESUSASTRAAN mengandung risiko menjadi trendsetter, populis, sebagaimana barang, bernilai komodifikasi. Asumsi semacam ini bisa diidentifikasi dengan maraknya estetika atau lirisisme bahasa yang dirasionalisasikan komunitas sastra tertentu sehingga memuat anasir keseragaman. Dalam konteks inilah, kekhawatiran perihal kesamaan identitas estetika karya sastra kembali muncul, karena seandainya nama pengarang ditutup, maka cita rasa estetika karya sastra yang dihasilkan nyaris sama. Continue reading “Gairah Komodifikasi Sastra dan Operasi Intertekstualitas”

Menangisi Rancage yang Lepas

Agus Sri Danardana *
lampungpost.com

Kita memang pantas menangisi Rancage yang lepas. Namun, kita akan lebih tersedu jika sastra Lampung tidak memiliki pembaca.

Berita tentang tidak diberikannya hadiah sastra Rancage kepada sastrawan Lampung tahun 2009 telah menimbulkan keprihatinan mendalam banyak pihak. Tidak terkecuali Udo Z. Karzi dan Y. Wibowo (masing-masing penulis dan direktur penerbit Mak Dawah Mak Dibingi, kumpulan puisi berbahasa Lampung penerima hadiah sastra Rancage tahun 2008) serta Panji Utama dan Christian Heru Cahyo pun melontarkan keprihatinannya. Continue reading “Menangisi Rancage yang Lepas”

Rancage, Sastra, dan Budaya Lampung

Udo Z. Karzi *
lampungpost.com

TAHUN yang lalu, Hadiah Sastra Rancage juga diberikan kepada sastrawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung. Ternyata seperti yang kami khawatirkan, usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinu. Dalam 2008, tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung, sehingga untuk Hadiah Sastra Rancage 2009 hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. Continue reading “Rancage, Sastra, dan Budaya Lampung”

Belajar Kesederhanaan dari Komunitas Samin Kudus

Judul Buku : Samin Kudus: Bersahaja di Tengah Asketisme Lokal
Penulis : Moh. Rosyid, M. Pd.
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : I, Desember 2008
Tebal : xvi + 247 halaman
Peresensi : M. Abu Laka S.Y.*
http://www.lampungpost.com/

“SELAMA ini kita lebih ngugemi istilah bahwa komunitas atau yang bertahan hidup adalah mereka yang paling cepat (the survival of the fastest) dalam menyikapi kehidupan dan yang bertahan, dialah yang paling (mempunyai) kekuatan (the survival of the fittest). Namun, dalam konteks Samin Kudus, yang bertahan ternyata merekalah yang paling bersahaja (the survival of the ascetism)” (Moh. Rosyid) Continue reading “Belajar Kesederhanaan dari Komunitas Samin Kudus”

Bahasa ยป