TEMU TEMAN DAN SILATURAHMI INDONESIA

Sebuah Catatan Penyunting dan Pengantar Buku

R. Timur Budi Raja

I.
Ketika Puji Lestaluhu -kawan saya-, seorang aktivis teater kampus yang kebetulan menjadi salah satu dari kepanitiaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara 2008 ini meminta saya untuk menjadi kurator sajak-sajak peserta yang rencananya hendak dibukukan, saya terkejut. “Ya ampun, rasanya saya belum cukup memiliki keberanian!” seru saya, sontak dan ringan. Tapi, Continue reading “TEMU TEMAN DAN SILATURAHMI INDONESIA”

BELAJAR MENULIS DARI SAFIR SENDUK

Sutejo
Ponorogo Pos

“Nggak perlu bakat untuk bisa menulis!” begitulah judul kolom Proses Kreatif Mata Baca (April 2006:38-39). Saya percaya, lanjutnya, bahwa bakat itu memang ada. Tapi, saya lebih percaya bahwa keberhasilan seseorang dimulai karena dia mau mencoba dan berusaha menggali bakatnya, seberapa pun besarnya bakat tersebut. Bahkan kalau seseorang tidak punya bakat sekalipun, asal dia mau bekerja keras, maka pada beberapa profesi, seringkali dia akan tetap bisa berhasil walaupun dia tidak punya bakat. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI SAFIR SENDUK”

Seputar Istilah Arsitektur

Akhmad Sekhu *
majalah.tempointeraktif.com

DALAM sebuah acara seminar arsitektur, Budi A. Sukada, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Pusat, mengutarakan protes. Ia mendengar seorang pembawa acara yang mengucapkan organisasi yang dipimpinnya itu dengan nama: Ikatan Arsitektur Indonesia. Sang ketua menjelaskan bahwa terminologi yang benar adalah Ikatan Arsitek Indonesia, karena yang diikat dalam organisasi tersebut adalah orangnya, profesinya, yaitu arsitek. Bukan arsitektur, karena arsitektur itu adalah benda sebagai hasil karya dari arsitek. Continue reading “Seputar Istilah Arsitektur”

PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA

S Yoga

Sebenarnya sudah lama hal ihwal kelamin menjadi pembicaraan dalam dunia kesenian kita, misal dalam candi-candi, candi Borobudur juga ada hal ihwal berhubungan antara lelaki dan wanita, dalam serat Centhini bahkan digambarkan bagaimana harus bermain, hari apa sesuai wetonnya dan ciri-ciri wanita dengan hal ihwal perempuan, bahkan dalam gua-gua sudah terpancak relief-relief yang bergambar kelamin, perhatikan lingga yang bersimbol penis juga. Ingat pula dalam Kamasutra, Asmorogomo, Ars Amatoria, dari buku (meski ini bukan karya sastra) Sanksekerta, Jawa dan Latin ternyata karangan-karangan itu tidak menunjukkan dan terkesan tuna susila atau pornografi, padahal menguraikan teknik hubungan seks dan seluk beluknya. Continue reading “PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA”

Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?

Maman S. Mahayana *

Empat serangkai antologi Horison Sastra Indonesia (HSI: Kitab Puisi, Kitab Cerita Pendek, Kitab Nukilan Novel, Kitab Drama), seperti lazimnya penerbitan buku yang dianggap penting, acap kali diekori berbagai reaksi. Bahkan tidak jarang pula bermuara pada kontroversi. Namun, di luar dugaan, reaksi yang dialamatkan kepada para penyunting HSI terkesan berlebihan; melebar tak lagi memusat pada substansi antologi, tapi pada masalah yang mengesankan pemihakan subyektif. Di sana ada nada haru-biru. Continue reading “Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?”

Bahasa »