Menelisik Karya Abdullah Munsyi

Suryadi
http://cetak.kompas.com/

Amin Sweeney mungkin sebuah contoh radikal manusia diaspora. Pria berkulit putih ini adalah seorang keturunan Irlandia yang memutuskan ?masuk Melayu? secara kafah sejak tahun 1958 lantaran jatuh cinta kepada kesusastraan Melayu.

Pilihan itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang akademikus terkemuka di bidangnya, tidak saja karena ia telah menghasilkan banyak karya ilmiah mengenai kesusastraan Melayu, tetapi juga karena ia mempunyai penciuman yang terkenal tajam dalam mengendus aroma kolonialisme dan Eropa sentrisme dalam sejarah studi sastra dan bahasa Melayu. Continue reading “Menelisik Karya Abdullah Munsyi”

Suryatati Terima Penghargaan Bahasa

Jadikan Bahasa Melayu Bahasa Internasional

Parlyn Manungkalit
http://www.sinarharapan.co.id/

Tanjungpinang-Berabad lamanya, bahasa Melayu menjadi lingua franca di berbagai belahan dunia, khususnya di Nusantara. Kini, sebagai bahasa utama beragam suku bangsa, pemeliharaan dan pemurniannya dilakukan sungguh-sungguh di wilayah Kerajaan Melayu Riau. Terakhir, berpusat di Pulau Penyengat?kini Provinsi Kepulauan Riau. Continue reading “Suryatati Terima Penghargaan Bahasa”

Arus Negasi KesusastraanIndonesia

Rohmat Em Humair
http://www.sinarharapan.co.id/

Sejarah sastra Indonesia telah dimulai sejak tahun 1870 bersamaan dengan runtuhnya kekuasaan raja-raja di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan yang sekaligus diikuti oleh lenyapnya sastra keraton.

Sebagaimana namanya sastra keraton adalah sastra yang hidup dan dilahirkan di lingkungan istana keraton. Oleh karena itu hidup dan matinya sastra keraton amat bergantung sepenuhnya kepada kebijakan raja yang berkuasa saat itu. Continue reading “Arus Negasi KesusastraanIndonesia”

Catatan Seorang Munsyi

Judul buku : Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi
Penulis : Abdul Kadir Munsyi
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, Ecole francaise d’Extreme- Orient
Halaman : 372
Buku 1: Kisah Pelayaran Abdullah ke Kelantan, Kisah Pelayaran Abdullah ke Mekah
Penyunting: Amin Sweeney
Peresensi: Evieta Fadjar
http://www.ruangbaca.com/

Abdullah meninggal di Mekkah–bukan di Jeddah sebagaimana diungkap beberapa teks. Continue reading “Catatan Seorang Munsyi”

Bahasa ยป