Di Penghujung Ufuk

Rengget Dyaloka
http://renggetdyaloka.com/

Belukar menguning, Jati meranggas. Kemarau. Aku masih berjalan mengiring kali kecil penghubung Desa Rengkok dengan Desa Balonggereng, menapaki jalan bebatuan yang berserak, sesekali melintasi petak-petak sawah yang ditinggal pemiliknya. Aku membawa sekeranjang besar mangga untuk ibu. Semoga ia mengampuniku. Continue reading “Di Penghujung Ufuk”

Membakar Api

Eka Kurniawan
cetak.kompas.com

Setelah yakin istrinya menghilang dari rumah sakit, tentu bersama bayi mereka yang baru lahir, Mirdad segera menelepon sang istri. ”Artika, di mana kamu? Bagaimana dengan bayi kita?” Suaranya lebih ditujukan untuk kotak suara, yang diawali pesan pendek Artika, ”Suamiku, jika kamu mau melihat anak kita, kembalikan dulu ayahku ke rumah.” Continue reading “Membakar Api”

Estetika Islam dalam Sastra Melayu

Lewat buku tebal ini, Braginsky menuliskan pentingnya karya penulis Melayu dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara.
Yang Indah, Berfaedah, dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-19
Penulis : Vladimir I. Braginsky
Penerbit : INIS Jakarta, 1998, 695 halaman
Peresensi :Abdul Hadi W.M.
http://majalah.tempointeraktif.com/

V.I. BRAGINSKY tidaklah asing bagi peneliti sastra Melayu. Sarjana prolifik kelahiran Moskow ini banyak mengungkapkan hal penting yang sering disembunyikan sarjana Eropa tentang arti serta relevansi sastra Melayu. Continue reading “Estetika Islam dalam Sastra Melayu”

Politik yang Menyerah

Radhar Panca Dahana *
gatra.com

Ekonom peraih Nobel asal Amerika Serikat, Joseph Stiglitz, sekali memberi masukan dengan mengambil contoh India, Cina, dan Argentina sebagai negara-negara dengan karakteristik yang sama dengan Indonesia, yang ternyata jauh lebih berhasil dalam mengatasi krisis dan kini mencapai stabilitas serta mencatat pertumbuhan ekonomi yang fenomenal. Dengan cara, antara lain, Argentina misalnya, mendesak penghapusan utang, mengenyahkan bantuan IMF dan advis-advisnya, menahan liberalisasi bank dan perusahaan negara, serta mengendalikan pasar bebas, terutama dalam komoditas yang menjadi hajat hidup rakyat. Continue reading “Politik yang Menyerah”

Bahasa »