Dari Cerpen “Topikal”, Reduksi Realitas Sampai Masa Depan Cerpen Kita
Agus Noor *
kompas.com
LIMA tahun terakhir, boleh dibilang adalah “masa keemasan” cerpen Indonesia. Sebuah periode yang tidak semata ditandai dengan begitu melimpahnya cerpen, tetapi juga mulai diterimanya cerpen sebagai sebuah genre sastra yang mandiri; pun mulai dihargai melalui pemberian penghargaan terhadap cerpen-cerpen yang dianggap “terbaik” seperti dilakukan Kompas dan Dewan Kesenian Jakarta di tahun 1999 lalu. Continue reading “Dari “Kado Istimewa” Sampai “Dua Tengkorak Kepala””
