LUDRUK, KEMERDEKAAN DAN PERLAWANAN

S Yoga *
surabayapost.co.id

“Bekupon Omahe Doro, Melok Nipon Soyo Sengsoro”.

Begitulah kidungan Cak Durasim, pendiri Ludruk Organizatie (LO) di zaman perjuangan, yang berhasil membangkitkan rasa tidak senang rakyat terhadap Jepang, hingga masuk bui, disiksa tentara Jepang, dan akhirnya meninggal di penjara. Dari fenomena ini, kita tahu bahwa ludruk, sebenarnya merupakan kesenian perlawanan di masa penjajahan, baik itu di masa kolonial Belanda maupun Jepang. Continue reading “LUDRUK, KEMERDEKAAN DAN PERLAWANAN”

Kebudayaan Kita Makin Tergusur

Matroni A. el-Moezany
http://www.lampungpost.com/

Sebuah persoalan dalam bidang budaya yang masih mendesak pemahaman kita ialah mengapa kebudayaan Indonesia sejak 1980-an berada dalam keadaan kurang mengembirakan, ia makin tergeser, tergusur, dan tersingkir dari pusat dan puncak perhatian dan kesibukan kita sehari-hari. Ini memang bukan persoalan baru dan memang sudah ramai diperbincangkan pada awal 1980-an, tapi setiap ada yang mempertanyakan apa yang kini harus diperhatikan dalam sebuah kebudayaan Indonesia, saya cendrung menunjuk pada tidak lagi mementingkan kebudayaan sebagai problematika terpenting. Continue reading “Kebudayaan Kita Makin Tergusur”

Bahasa ยป