Penerbitan Buku: Arsyad Indradi Melakoni Tradisi Ribuan Tahun

A. Kohar Ibrahim
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

FACE Book. Medio Oktober 2009, Batam, aku terima kiriman buku dari Banjarbaru Kalsel. Kongkretnya 5 buku hasil aktivitas-kreativitas seniman penulis penyair Arsyad Indradi, kelahiran Barabai 31 Desember 1949 dan yang mendapat julukan: Penyair Gila.

?Gila memang,? kesanku begitu, dalam makna memaknai ke-luar-biasa-annya. Aku amat terkesankan oleh fakta fenomenal. Bahwa dalam millennium ketiga ini, di Nusantara, ada seorang penulis yang sedemikian rupa idealismenya demi melestarikan bukti kepenulisan diri sendiri maupun orang lain. Demi membuktikan sumbangannya bagi kekayaan kesusastraan Indonesia dan Dunia. Continue reading “Penerbitan Buku: Arsyad Indradi Melakoni Tradisi Ribuan Tahun”

Terowongan Maut Kohar Ibrahim

Dari Penerbit: Novel Sitoyen Saint-Jean: Antara Hidup Dan Mati ini berkisahkan seorang anak manusia, salah seorang putera kelahiran Jakarta 1942 yang mencintai tanah tumpah darahnya, bangsanya, kebudayaannya dan tentu saja Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun setelah keberangkatannya pada 27 September 1965 ke Tiongkok kemudian terjadi Tragedi Nasional 1965, anak tunggal pasangan Ibrahim & Maemunah yang memiliki cita-cita dan ragam impian ini terpaksa menjadi salah seorang yang oleh mantan Presiden R.I. Gus Dur sebagai “kaum kelayaban” di Mancanegara alias kaum eksilan. Continue reading “Terowongan Maut Kohar Ibrahim”

Apresiasi Atas Kreasi Puisi Penyair Lekra

Sekitar Prahara Budak Budaya (5)

A. Kohar Ibrahim

Home

SAYA kira memang iya, bahwasanya apresiasi seni dan sastra tak lepas dari kepentingan dalam segala ragam dan format atau skalanya. Kepentingan orang perseorangan, sepasangan, golongan atau kelompokan, faksi, gundukan, kawanan atau klik . Kepentingan itu bisa saja macam kepentingan rasa kepuasan, kepentingan ideologi, politik dan ekonomi ataupun gabungan dari padanya. Continue reading “Apresiasi Atas Kreasi Puisi Penyair Lekra”