Prosa-Prosa Ahmad Syauqi Sumbawi

Sarang Laba-laba di Rumah Tua

Tepat di hadapan kami, rumah peninggalan kakek berdiri. Bangunan tua berbentuk limas dan cukup besar. Seperti pada umumnya rumah-rumah tak berpenghuni, rumah itu kusam, kotor berdebu, dan tak terawat. Sawang-sawang bergelantungan di banyak bagian pada langit-langit beranda.
Perlahan daun pintu kayu jati yang tampak berat dan tebal itu terbuka disertai bunyi derit. Seperti menjerit, bersama debu-debu yang bersemburan. Sejenak melangkah ke dalam, maka tampaklah lebih banyak lagi sawang-sawang bergelantungan di ruangan itu. Continue reading “Prosa-Prosa Ahmad Syauqi Sumbawi”

SUNRISE

AS. Sumbawi

“Yap. Selesai sudah.” Kucoba mengangkat tas ransel yang memuat segala kebutuhan. Lumayan berat. Dari luar kudengar Bondan memanggil. Aku keluar.

“Bagaimana? Sudah beres?” katanya.
“Sip. Beres.”
“Ayo, sudah ditunggu yang lain!” katanya memberi isyarat menunjuk ke jalan. Di sana kulihat sebuah mobil van parkir. Continue reading “SUNRISE”

Saya

AS. Sumbawi

Bus kota yang sesak dengan penumpang ini pun memperlambat lajunya setelah dua orang perempuan berpakaian pramuniaga sebuah toko yang berdiri dekat pintu depan memberi isyarat untuk turun. Perlahan Saya merangsek maju. Dan ketika bus kota berhenti di depan sebuah mall, Saya sudah berada di belakang mereka berdua. Bersiap turun pula. Continue reading “Saya”

Bahasa »