AYAT-AYAT KOPI, YANG PEKAT LAGI NIKMAT

Membaca Tuhan Maha Kopi, Zehan Zareez


A. Syauqi Sumbawi *

Dini hari berhawa dingin. Mbedhidhing, istilah kondisi udara di peralihan musim, penghujan menuju kemarau. Biasa di bulan juni-juli seperti ini, dia ganti kulit—mlungsungi—. Kulit paling tipis di wajah akan mengering, memutih, dan terkelupas. Ganti yang baru. Abdun tahu itu. Tapi, bukan masalah besar baginya. Apalagi sampai harus pergi nyalon. Intensive care setiap hari. Continue reading “AYAT-AYAT KOPI, YANG PEKAT LAGI NIKMAT”

HUJAN YANG JEDA

A. Syauqi Sumbawi *

Tiba-tiba jeda. Lalu-lalang jalan, separuhnya menepi. Hujan mengguyur lebih cepat dari prediksi. Lebih gesit dari siasat manusia menerka gumpalan awan. Menggiring pengendara sepeda motor ke emperan toko. Berbagi teduh, bersama pedagang kaki lima dan rombongnya. Usai mengenakan mantel, sebagian mereka kembali bergabung dalam lalu-lalang. Menderu dalam deras hujan di aspal basah. Menerobos garis-garisnya yang tak pernah meninggalkan noda. Continue reading “HUJAN YANG JEDA”

Bahasa »