
A. Syauqi Sumbawi * Continue reading “TERLEPAS KATA, MELAMPAUI SIMBOL, MENJANGKAU MAKNA”
KEBENARAN DALAM NING-NONG-NING-GUNG
A. Syauqi Sumbawi *
Kendati selalu menampilkan gambar yang bukan sebenarnya, cermin itu telah menunjukkan sesuatu. Tentang penampilannya. Rambutnya. Benar kata istrinya, bahwa rambut Abdun sudah cukup panjang. Awut-awutan. Kalaupun dilumuri minyak dan disisir, rambut itu masih memperlihatkan liukan yang tak rapi di kepala. Masih ada ujung-ujungnya yang nyerawis tak beraturan. Continue reading “KEBENARAN DALAM NING-NONG-NING-GUNG”
AYAT-AYAT KOPI, YANG PEKAT LAGI NIKMAT
Membaca Tuhan Maha Kopi, Zehan Zareez
Dini hari berhawa dingin. Mbedhidhing, istilah kondisi udara di peralihan musim, penghujan menuju kemarau. Biasa di bulan juni-juli seperti ini, dia ganti kulit—mlungsungi—. Kulit paling tipis di wajah akan mengering, memutih, dan terkelupas. Ganti yang baru. Abdun tahu itu. Tapi, bukan masalah besar baginya. Apalagi sampai harus pergi nyalon. Intensive care setiap hari. Continue reading “AYAT-AYAT KOPI, YANG PEKAT LAGI NIKMAT”
DAGING, DAGING, DAGING

A. Syauqi Sumbawi * Continue reading “DAGING, DAGING, DAGING”
HUJAN YANG JEDA
A. Syauqi Sumbawi *
Tiba-tiba jeda. Lalu-lalang jalan, separuhnya menepi. Hujan mengguyur lebih cepat dari prediksi. Lebih gesit dari siasat manusia menerka gumpalan awan. Menggiring pengendara sepeda motor ke emperan toko. Berbagi teduh, bersama pedagang kaki lima dan rombongnya. Usai mengenakan mantel, sebagian mereka kembali bergabung dalam lalu-lalang. Menderu dalam deras hujan di aspal basah. Menerobos garis-garisnya yang tak pernah meninggalkan noda. Continue reading “HUJAN YANG JEDA”

