SUATU KETIKA DI SRI KAHYANGAN

AS Sumbawi
http://media-jawatimur.blogspot.com/

Tak pernah kuduga sebelumnya aku akan mengunjungi desa Sri Kahyangan. Aku tak punya sanak keluarga, teman, guru, pacar yang tinggal di sana yang memberiku alasan untuk itu. Namun, kini aku sudah tinggal di desa itu selama dua minggu. Menurut rencana, aku masih akan tinggal di sana sekitar satu bulan setengah lagi. Dan ini adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksanaan KKN suatu kampus di mana aku kuliah. Continue reading “SUATU KETIKA DI SRI KAHYANGAN”

Aku Tak Rela Ia Mati Terhormat

AS Sumbawi
http://sastrapemberontak.blogspot.com/

Ia telah kubunuh. Kuceraikan anggota tubuhnya bagian perbagian. Kemudian potongan-potongan yang masih mengeluarkan darah itu kumasukkan ke dalam kantong plastik hitam.

Puas sudah hatiku. Plong. Apa yang selama ini menjadi obsesi terbesarku telah tercapai. Ia sudah tak berdaya. Tidak menakutkan lagi. Mampus oleh tanganku. Ya, aku tak rela ia mati dengan cara terhormat. Ia tak layak untuk itu. Continue reading “Aku Tak Rela Ia Mati Terhormat”

Din

AS Sumbawi
http://media-sastrajatim.blogspot.com/

Perkenalanku dengan Din berlangsung kebetulan. Malam itu, aku pergi ke warung angkringan untuk mengusir kesuntukan setelah seharian duduk di hadapan komputer. Di sana, kulihat beberapa orang teman duduk melingkar di atas tikar di bawah pohonan. Mereka tampak terlibat dalam obrolan yang mengasyikkan sembari menikmati sebatang rokok dan segelas minuman. Tentu saja, aku bergabung dengan mereka setelah mendapatkan segelas wedang jahe dari si penjual. Tak lama kemudian, salah seorang teman memperkenalkan aku dengannya. Continue reading “Din”

Senapan

AS Sumbawi
http://sastra-perlawanan.blogspot.com/

Sejujurnya, barangkali kita akan membawa lari ketakukan kita saat mengetahui seseorang berdiri di pinggir jalan dengan membawa senapan yang siap mengambil nyawa manusia. Apalagi dandanan seorang itu begitu menyeramkan. Bermata tajam elang yang memburu mangsa dan bertubuh besar seperti raksasa. Continue reading “Senapan”

Laki-laki dari Pulau Salju

AS Sumbawi
http://sastra-tanah-air.blogspot.com/

Sebagai seorang laki-laki, sebenarnya berapa teman perempuan anda? Hanya beberapa. Atau sepuluh. Seratus. Seribu. Barangkali seratus ribu dua ratus lima puluh enam. Tak terhitung. Ya, terserah berapa anda menyebutkan. Akan tetapi, Saya pasti akan meragukan jika anda mengatakan bahwa teman perempuan anda sebanyak jumlah perempuan yang hidup di dunia sekarang ini. Apakah benar demikian?! Continue reading “Laki-laki dari Pulau Salju”