Gila!

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Waktu mendengar bahwa pacarnya hendak mengawininya, Sri girang bukan main. Kandungannya sudah berumur tiga bulan dua minggu, perutnya makin buncit dan tetangga sudah menanyakan siapa gerangan bapak si jabang bayi.

Tentu saja ia takkan bilang bahwa bapak janin tak ada, dan itu didapatnya karena ia sudah kebelet untuk dikawini laki-laki, tapi dia sudah tak sabar lagi hingga dia serahkan tubuhnya kepada laki-laki sedapat-dapatnya. ?Dari pada tidak,? tekadnya dalam hati. Continue reading “Gila!”

Kakek Itu Menolak Menjadi Raja Baru

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Kira-kira, ini menurut perkiraanku sendiri, ada sekitar empat puluh orang pria yang bermata merah api berkilat-kilat, beramai-ramai menyeret tanpa ampun seorang pria tua renta lewat jalan berbatu gigi tajam. Uap kemarahan mengepul dari gerombolan yang bagai iblis telah merat dari neraka paling celaka itu. Sang Kakek telah menampik permintaan mereka. Cuma satu permintaannya, yaitu dia hendaknya menjadi raja mereka! Continue reading “Kakek Itu Menolak Menjadi Raja Baru”

Dua Peti Mati

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Suara John, teman baikku, demikian bergetar ketika bertelepon kepadaku:
?Bung, Papaku meninggal tadi malam.?
?Terjadi juga beliau meninggal?? tanyaku. Tetapi aku lalu tersadar, bahwa itu sebuah pertanyaan yang benar-benar kurang ajar, tapi alasanku sangatlah kuat. Masalahnya, Papa John selama ini menderita sakit yang tak kunjung sembuh, dan tergolek di sebuah ruang perawatan sebuah rumah sakit sedemikian lamanya, sampai anak-anaknya sudah berputus-asa. Continue reading “Dua Peti Mati”

Sandakan, Pada Satu Petang

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Hotel itu tidaklah terlalu besar benar, sedang-sedang saja, letaknya di sisi selatan Sandakan, kota di pinggiran Laut Sulu yang penuh perompak. Di dalam hotel itu ada puluhan perompak yang cantik-cantik.

Sosok gedungnya yang muram menipu pandang orang, karena di dalamnya lampu-lampu redup berkelipan di sana-sini, dan masing-masing kamar menyetel berbagai-bagai lagu, tumpang-tindih seperti pasar malam yang dikompres menjadi satu di dalam gedung bertingkat tiga itu. Continue reading “Sandakan, Pada Satu Petang”