MERAYAKAN KE-BODOH-AN PENYAIR-PENYAIR MUDA KONTEMPORER

Catatan untuk ‘PENYAIR (ITU) BODOH

Ahmad Kekal Hamdani

2 Paragraf Pertama Tentang Penyair dan Kebodohan

Beberapa bulan yang lalu (entah tepatnya kapan), saya mendapatkan sebuah buku antologi puisi “Penyair (itu) Bodoh” karya seorang kawan di Yogyakarta; Dea Anugrah mahasiswa Filsafat UGM, sahabat saya yang mirip Chow Yun-Fat itu. tapi tentu saja dia bukan penjudi, tapi penyair yang bodoh. Dan atas kebodohannya itu, saya nyaris jatuh cinta kepadanya. Continue reading “MERAYAKAN KE-BODOH-AN PENYAIR-PENYAIR MUDA KONTEMPORER”