Coretan Kang Dol

Ahmad Munib

Kang DulPaqih masih duduk terpaku pd sebuah dipan tua, yang tampak reot termakan rayap. jari telunjuknya masih menjempit erat sebatang rokok, yah merk mlendjo kesukaanya. disampingnya secangkir kopi kental bikinan mbok sutrani, yang tinggal ampasnya dg setia menemaninya. kepulan asap ringan pun terus keluar dari mulut…nya yang keliatan menghitam. ya, Kang DulPaqih masih terpaku dg ujaran-ujaran kang Irul saat “kongkow” bersama Ki Wahono di warung mbok sutrani td pagi.
Ia masih terkesan dg dongengnya itu, begini…… Continue reading “Coretan Kang Dol”