Novel Mahabbah Rindu dan Puncak Fiksi Islami

Ahmadun Yosi Herfanda *
Koran Republika

Sebuah ‘novel sastra’ yang Islami hadir lagi dari seorang perempuan Muslim penulis: Mahabbah Rindu karya Abidah el Khalieqy. Novel setebal 404 halaman terbitan Diva Pres (Yogyakarta, November 2007) ini menambah kekayaan khasanah fiksi Indonesia kontemporer yang masih tetap diramaikan oleh karya-karya para perempuan penulis. Continue reading “Novel Mahabbah Rindu dan Puncak Fiksi Islami”

‘Menyatukan’ Nusantara dalam Pesta Sastra

Ahmadun Yosi Herfanda
http://www.infoanda.com/Republika

Salah satu keputusan penting dan paling strategis dari International Poetry Gathering dalam Pesta Penyair Nusantara 2008 di Kediri, awal Juli 2008 lalu, adalah diteruskannya iven tersebut sebagai forum tahunan para penyair di Nusantara — Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Filipina.

Keputusan tersebut sangat strategis, karena dapat ‘menyatukan’ para penyair — dan pecinta sastra — se Nusantara dalam semangat bersastra yang sama, yakni membangun peradaban masyarakat yang maju, moderat, adil, demokratis, religius, dan berjati diri, lewat sastra. Continue reading “‘Menyatukan’ Nusantara dalam Pesta Sastra”

ESTETIKA WAYANG CERPEN AHMADUN Y HERFANDA

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Ketika berbagai saluran komunikasi terhalang tembok besi kekuasaan, sementara segala aspirasi dan harapan mampat di tengah jalan, kesenian “khasnya sastra” kerap digunakan sebagai alternatif. Di sana, dalam balutan estetika, sastra coba bermain dan mempermainkan saluran yang mampat itu. Tembok besi kekuasaan dan pandangan orang terhadapnya, dapat disulap menjadi lelucon atau kisah-kisah yang terjadi di dunia entah-berantah. Jadi, sastra berpeluang memasuki wilayah apa saja, tanpa harus dibayangi kecemasan menghadapi kegagalan mencapai sasaran. Continue reading “ESTETIKA WAYANG CERPEN AHMADUN Y HERFANDA”

Sastra Perlawanan dan Ideologi Penciptaan

Ahmadun Yosi Herfanda*
http://www.infoanda.com/Republika

Dunia kaum pekerja (buruh) yang tertindas masih penting untuk disuarakan, agar jeritan mereka didengar dan nasib mereka menjadi lebih baik. Salah satu media terpenting untuk menyuarakan dunia kaum pekerja itu adalah sastra, terutama puisi, yang di kalangan buruh pabrik Tangerang, Banten, kini nyaris menjadi ekspresi sehari-hari untuk menyuarakan hati nurani mereka. Continue reading “Sastra Perlawanan dan Ideologi Penciptaan”

Bahasa ยป