Naskah Teater, GRAVITO

Karya: Akhudiat

SEORANG LIMBO MENCARI SEORANG AYESHA (GONG 3X)

LAKI-LAKI I : Kata orang, Limbo kemarin lewat depan rumah kamu.
LAKI-LAKI II : Tidak Limbo membeli roti di kedai roti dibungkus kertas bekas surat cinta.
LAKI-LAKI : Amboi, Limbo pidato amat galaknya di teater gedongan.
LAKI-LAKI : Limbo bersepatu amat baunya, tetapi rambut amat (….missing text…) Continue reading “Naskah Teater, GRAVITO”

DEWA MABUK :Naskah Monolog karya Akhudiat

Peran: Seorang Dionisian

Dionisian:
Dewa Mabuk, Tuan, Dionisos.
Teruskan, mabukkan, pestakan, sukaria, topeng, rumbai-rumbai, musik, tari, nyanyi. Rayakan dewa anggur, kesuburan, dan ramalan. Pesta musim panas, bumi baru, kesuburan setelah membeku. Kemabukan tiada tara. Mari terbang, melayang, jungkir dan balikkan. Tanpa kemabukan bukan lagi teater namanya, dan tak ada lagi hasrat serta manfaat gunanya. Bukanlah cinta tanpa mabuk kepayang-payang, barangkali cuma letup sesaat dan tak sengaja kayak kentut. “Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian,” ujar Chairil Anwar dalam Krawang-Bekasi. Tanpa kemabukan bagaimana bisa bertahan antara realitas dan mimpi? Continue reading “DEWA MABUK :Naskah Monolog karya Akhudiat”

Bahasa »