Alex R. Nainggolan
http://www.suarakarya-online.com/
Udara dingin malam jatuh semaput merajut tubuh Pedro. Ia merasa nyerinya menusuk sampai ke tulang, barangkali kemarau telah sampai di akhir Juni ini. Tapi ia tetap saja berjalan, menelusuri jalan Tanjungkarang yang sebenarnya sudah akrab baginya. Ia ingin menuntaskan sesuatu, di kepalanya telah lama bertungkai pelbagai rencana: mungkin ke tempat hiburan malam, menenggak bergelas-gelas bir, mencari perempuan yang bisa menemaninya sebentar, atau bila segalanya tak satu pun yang terpenuhi, ia akan melamun sendiri, berdiam di dalam sunyi, menyimak kota Tanjungkarang yang dibalut warna-warni cahaya lampuan. Continue reading “Malam Menggelepar di Tanjungkarang”
