Setelah Sang Naga Bebas Menari

Yusi A. Pareanom, Setiyardi, Levi Silalahi, Andari Karina Anom, Fitri, Wahyu Dhyatmika
http://www.tempo.co.id/

Seputar Tahun Baru Imlek pekan lalu, budaya Cina menjadi item atraktif. Stasiun-stasiun televisi tak mau kalah berlomba menyuguhkan acara yang memiliki unsur kecinaan. Sebuah film baru berjudul Ca Bau kan, yang diangkat dari novel Remy Sylado yang mengangkat budaya Cina, ikut meluncur memanfaatkan momentum ini. Iklim kebebasan yang dimulai pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid jadi faktor utama kemeriahan ini. Baca selengkapnya “Setelah Sang Naga Bebas Menari”

Ulrich Kozok: Tinjau Kembali Sejarah Bahasa Melayu

Pewawancara: Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

Dia ahli filologi ilmu tentang teks dan bahasa kuno yang menekuni studi bahasa Batak dan Melayu. Dilahirkan di Hildesheim, Jerman, Ulrich Kozok, 47 tahun, menguasai bermacam bahasa Batak: Karo, Angkola, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba.

Uli begitu panggilannya -kaya pengalaman akademis: tujuh tahun mengajar di Universitas Auckland, Selandia Baru; setahun di Universitas Sumatera Utara; dan kini menjadi dosen di Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Baca selengkapnya “Ulrich Kozok: Tinjau Kembali Sejarah Bahasa Melayu”

Eureka! Kitab Melayu Tertua

Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

NUN di sebuah kampung di pinggir Danau Kerinci, Sumatera Utara, rahasia itu mendekam. Sekitar 700 tahun ia meringkuk dalam sebuah guci tembikar yang terkunci dalam sebuah peti. Tak boleh dilongok, kecuali lewat prosesi sangat spesial dua atau tiga kali dalam satu abad.

Itulah Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah, dari abad ke-14. Sebuah bundel teks berbahasa Melayu tertua yang masih eksis dan ditemukan pada masa kini. Baca selengkapnya “Eureka! Kitab Melayu Tertua”