RESIDENSI BIAR PANDAI

Anindita S. Thayf *
Radar Mojokerto, 19/07/2020

Seseorang pernah berkata, “Bahkan penulis pun butuh piknik.” Tak disangka, ide serupa juga pernah diungkapkan Nietzsche puluhan tahun lampau. Saya baru mengetahuinya saat membaca karya sang filsuf berjudul Mengapa Aku Begitu Pandai. Nietzsche ternyata suka rekreasi dan menganggapnya sebagai sesuatu yang mesti dilakukan. Saking pentingnya hal itu, Nietzsche memasukkan rekreasi sebagai satu dari tiga unsur yang mempengaruhi kepandaiannya. Continue reading “RESIDENSI BIAR PANDAI”

SASTRA SAYEMBARA

Anindita S. Thayf
Harian Fajar, 19/01/2020

Sulit untuk mendamparkan ingatan pada era 80-an tanpa terkenang pada nada-nada yang sering dimainkan hari-hari kala itu. Salah satu nada adalah milik lagu-lagu yang kerap merajai hampir semua stasiun radio: lagu-lagu festival. Adalah Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) dan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors yang menjadi sumber pemasok banyak lagu populer ke tengah industri musik Indonesia saat itu. Baik FLPI maupun LCLR adalah ajang kontes seni yang lahir pada era 70-an. Continue reading “SASTRA SAYEMBARA”

BACAAN ANAK DAN KENANGAN

Anindita S. Thayf
Jawa Pos, 12/01/2020

Sewaktu berada di ruang tunggu sebuah praktik dokter gigi, saya disajikan secuplik adegan ini. Seorang bocah merengek meminta ibunya mengganti saluran televisi umum karena tidak menyukai apa yang dilihatnya di layar. Alasannya, “[tokoh] bonekanya jelek. Mulutnya tidak bergerak.” Sang ibu menolak sambil beralasan bahwa boneka yang menjadi ikon acara itu bagus karena, “waktu kecil, Bunda menonton [boneka] itu juga.” Pada akhirnya, seisi ruang tunggu dokter gigi siang itu tetap dihibur oleh acara Laptop Si Unyil. Acara yang ditonton si ibu dengan kepala yang dipenuhi kenangan. Continue reading “BACAAN ANAK DAN KENANGAN”

SENI PEMBERONTAKAN ALA ULAR TANGGA

Ulasan novel “Ular Tangga”

Endhiq Anang P
Harian Fajar, 30/9/2018

Dalam sastra Indonesia, setidaknya ada dua novel yang memberikan panduan seni pemberontakan. Yaitu, Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer dan Ular Tangga karya Anindita S. Thayf. Bila dalam Arok Dedes sebuah pemberontakan harus bertopang pada Empat Kaki Nandi, dalam Ular Tangga bertumpu pada Empat Kaki Gajah-Satu Belalai. Continue reading “SENI PEMBERONTAKAN ALA ULAR TANGGA”