Cinta pada Musim Kolera

Gabriel Garcia Marquez
Penerjemah: Anton Kurnia
suaramerdeka.com

IA tak pernah bepergian jauh sebelumnya. Ia membawa kopor seng berisi pakaian, novel-novel grafis yang dibelinya setiap bulan, dan buku-buku berisi puisi cinta yang ia kutip dari ingatan dan nyaris rusak karena terlalu sering dibaca. Ia tak membawa serta biola miliknya karena benda itu dekat dengan nasib sial, tetapi ibunya memintanya membawa petate, sebuah tempat tidur gantung lipat dengan bantal, selimut, dan kelambu yang terkemas rapi. Continue reading “Cinta pada Musim Kolera”

Sirkus Kuda Tante Rosa

Karya: Sevgi Soysal (1936-1976)
Terjemah versi Inggris: Amy Spangler
Terjemah versi Indonesia: Anton Kurnia
korantempo.com

PADA umur sebelas, Tante Rosa membaca tulisan di bawah foto Ratu Victoria dalam majalah mingguan Kau dan Dirimu: “Ratu Victoria yang berumur 18 tahun menginspeksi Pasukan Kavaleri Kerajaan. Sekali lagi Yang Mulia berhasil menaklukkan hati pasukan kavaleri dan rakyat seluruh negeri.” Continue reading “Sirkus Kuda Tante Rosa”

“Si Buta dari Gua Hantu”: Cinta, Dendam, Petualangan

Anton Kurnia *
sinarharapan.co.id

Cinta yang terluka dan balas dendam sebagai api yang menyalakan semangat untuk mengarungi hidup penuh petualangan bisa kita temui dalam serial komik silat Si Buta dari Gua Hantu karya Ganes Th.

Si Buta, sejak kelahirannya pada 1967 lewat terbitan UP Soka Jakarta, tak pelak merupakan tokoh komik lokal paling populer. Namanya terus bergema sejak diangkat ke gedung bioskop pada dasawarsa 1970-an dengan mencuatkan mendiang Ratno Timoer sebagai aktor pemerannya hingga ke layar kaca dalam zaman sinetron dewasa ini. Saat ini sebuah sinetron yang dibuat berdasarkan salah satu episode komik petualangan Si Buta masih diputar di sebuah stasiun televisi swasta nasional. Continue reading ““Si Buta dari Gua Hantu”: Cinta, Dendam, Petualangan”

Insomnia

Anton Kurnia
sinarharapan.co.id

Senja sedang mekar-mekarnya. Langit yang luas tampak cerah diterangi oleh matahari yang hendak bersembunyi di balik cakrawala. Gumpalan awan putih dan lembut membiaskan cahayanya.

Saya sedang duduk sendirian di ruang depan rumah kontrakan, di atas sofa yang sudah usang, asyik menikmati segelas kopi dan sepotong roti untuk sarapan. Saya memang baru bangun tidur dan belum makan apa pun seharian. Bukan tidur siang, melainkan tidur. Continue reading “Insomnia”

Pemberontakan Pamuk dan Kecamuk Dua Dunia

Anton Kurnia *
serambi.co.id
pikiran-rakyat.com

TAK bisa dimungkiri, Orhan Pamuk adalah salah satu sastrawan terdepan dunia saat ini. The New York Times Book Review yang berwibawa itu menulis tentang Pamuk dengan pujian melangit, “Bintang baru telah terbit di Timur: Orhan Pamuk, seorang penulis Turki.”

Reputasi internasional sastrawan Turki pemenang Hadiah Nobel Sastra 2006 ini melambung terutama setelah terbitnya Benim Adim Kirmizi (1998, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Erdag M. Goknar sebagai My Name Is Red pada 2001). Continue reading “Pemberontakan Pamuk dan Kecamuk Dua Dunia”

Bahasa ยป