Pementasan Drama Max Havelaar

Anwar Siswadi
http://www.tempointeraktif.com/

Rombongan Adipati, Demang, Jaksa, Mantri, dan Priyayi, berjalan pelan memasuki ruangan. Lantunan tembang tanpa syair dan alunan angklung mengiringi 12 lelaki bertopeng putih sampai duduk di kursi yang ditata persegi. Pandangan selanjutnya tertuju ke mimbar, tempat seorang pria berambut pirang yang menyambut para tamunya dengan bahasa Indonesia beraksen Belanda. Continue reading “Pementasan Drama Max Havelaar”

Hadiah bagi Gerilyawan Sastra

Anwar Siswadi
tempointeraktif.com

Penerbitan buku-buku sastra berbahasa daerah jumlahnya mengalami pasang-surut, paling tidak dalam 10 tahun terakhir. Tapi, Hadiah Sastra Rancage terus bergulir. Tak terasa, 22 tahun sudah penghargaan khusus itu diberikan bagi para penulis, pembuat lagu, juga budayawan daerah.

Inilah bentuk penghormatan dari sastrawan untuk sesama rekannya tatkala pemerintah tak melirik upaya gerilya mereka dalam mempertahankan pemakaian bahasa ibu. Continue reading “Hadiah bagi Gerilyawan Sastra”

Tarian Terakhir Seniman Tanah Air

Anwar Siswadi
tempointeraktif.com

Suasana pertunjukan langsung menyambut begitu pintu depan dibuka. Gelap menyergap. Jalan masuk hanya diterangi pendar 11 lilin yang dibariskan memanjang dua lajur di lantai. Di ujungnya, seorang perempuan membungkuk tak bergerak. Badannya condong ke depan sambil kedua tangannya memegang tangkai pacul yang lebih panjang dari ukuran umumnya.

Selangkah dari situ, sosok-sosok lain ikut menghadang. Di dalam kotak kayu, seorang lelaki berkaca mata hitam terbujur beku di pintu masuk tempat pertunjukan. Tubuhnya berselimut tanah. Sebuah tonggak kayu salib terpancang di ujung kaki. Continue reading “Tarian Terakhir Seniman Tanah Air”

Bahasa ยป