Anwar Siswadi
http://www.tempointeraktif.com/
Rombongan Adipati, Demang, Jaksa, Mantri, dan Priyayi, berjalan pelan memasuki ruangan. Lantunan tembang tanpa syair dan alunan angklung mengiringi 12 lelaki bertopeng putih sampai duduk di kursi yang ditata persegi. Pandangan selanjutnya tertuju ke mimbar, tempat seorang pria berambut pirang yang menyambut para tamunya dengan bahasa Indonesia beraksen Belanda. Continue reading “Pementasan Drama Max Havelaar”
