Tag Archives: Anwar Siswadi

Buku Sarinah Karya Soekarno Diterbitkan Ulang

Anwar Siswadi
nasional.tempo.co

Buah pikiran Presiden Soekarno tentang perempuan Indonesia yang dituangkan dalam buku berjudul Sarinah kini diterbitkan kembali. Inisiatif penerbitan ulang ini digagas penerbit Syabas Books, Bandung. Buku itu secara resmi diluncurkan pada Rabu, 23 Januari 2013, di Gedung Serba Guna Universitas Padjadjaran, Bandung.

Deni Fajar, Peraih Rancage untuk Sastra Sunda

Anwar Siswadi
www.tempo.co 04 Juni 2013

Yayasan Kebudayaan Rancage menyerahkan hadiah ke para pemenang Sastra Rancage dan Samsudi. Tiap pemenang mendapat hadiah piagam dan uang Rp 5 juta. Acara penyerahan hadiah di aula Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa, 4 Juni 2013, itu berlangsung dari pukul 9 pagi.

Rancage Merawat Sastra Sunda

Kurniawan, Anwar Siswadi
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pesan pendek silih berganti masuk ke telepon seluler Us Tiarsa sejak pagi. Ucapan selamat mengiringi perjalanannya dari Bandung ke Karawang, Jawa Barat, Rabu dua pekan lalu. Kabar bukunya, Halis Pasir, terpilih sebagai pemenang Hadiah Sastra Rancage 2011 rupanya telah merebak cepat. Lelaki 68 tahun itu mengaku cukup senang, tapi tak kaget mendapat hadiah itu.

Mencari Dewa di Jalanan Kota

Anwar Siswadi
http://www.tempointeraktif.com/

Menggendong istrinya dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas, seorang wasu atau dewa berjalan hati-hati meniti pagar tembok setinggi orang dewasa. Sambil melangkah, mereka berbincang tentang 8 anak mereka yang harus turun ke bumi menjadi manusia. Ya, itulah kutukan Resi Wasistha kepada para pencuri lembunya yang bernama Nandini.

Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya

Kurniawan, Ahmad Rafiq, Anwar Siswadi
http://majalah.tempointeraktif.com/

MATA kecilnya terpejam di balik kacamata silindris empat. Bocah perempuan berambut ikal itu sedang berkonsentrasi penuh. Sesaat kemudian, kata-kata meluncur lancar dari bibir mungilnya. “Bangun! Bangun, anakku! Sudah waktunya kau menatap dunia. Lihatlah dan arungi kehidupan. Menjalani takdirmu sebagai ayam. Keluarlah!” teriaknya.

Walau cadel, Sigrid Minerva Boni Avibus, 8 tahun, tetap mantap membawakan monolog Tok Tok Tok, naskah yang diciptakan Putu Wijaya khusus untuknya.