Poligami ala China

Arman A.Z. *
http://www.lampungpost.com/

Raise the Red Lantern (Persaingan Para Istri). Su Tong. Serambi, November 2011. 136 hlm.

NOVEL Raise the Red Lantern merupakan karya perdana Su Tong yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Novel ber-setting 1920-an ini pertama kali terbit dalam bahasa China sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Wives and Concubines (1990). Continue reading “Poligami ala China”

Novel Sejarah Lamongan

Judul buku : Pendekar Sendang Drajat Memburu Negarakertagama
Penulis : Viddy A.D. Daery
Penerbit : Metamind (Tiga Serangkai), Februari 2011
Hal : 146 halaman
Peresensi : Arman A.Z.
http://www.lampungpost.com/

PENERBITAN novel-novel bergenre sejarah tampaknya sedang menjadi tren belakangan ini. Jika menilik rak-rak di toko buku, banyak novel-novel sejarah, mayoritas berlatar Jawa di masa silam. Continue reading “Novel Sejarah Lamongan”

Lauddin dan ‘Hikayat Nakhoda’

Arman A.Z.
http://www.lampungpost.com/

Dalam esai Dicari: Novelis Lampung (Lampung Post, 9 September 2007), Maman S. Mahayana pernah melontar wacana tentang langkanya novel (dan novelis) dari Lampung. Tapi tidak lama, karena masyarakat sastra Lampung terobati dengan terbitnya novel Peri Kecil Sungai Nipah (2007) karya Dyah Merta yang berdomisili beberapa tahun di Lampung dan Nafsul Muthmainnah (2008), novel berlatar Lampung yang cetak ulang tujuh kali karya Anfika Noer (nama samaran pengarang Ika Nurliana). Continue reading “Lauddin dan ‘Hikayat Nakhoda’”

Sepasang Wayang

Arman A.Z.
http://www.lampungpost.com/

ADAKAH yang lebih membahagiakan bagi lelaki uzur macam kalian selain memberi napas pada nostalgi? Kalian seperti menemukan peti harta karun saat menoleh ke belakang. Ah, memang getir menjalani sisa hidup sebagai sampah yang disisakan masa lalu untuk masa kini.

Tjin Siong, tentu kau tahu kotamu tengah bersolek menjelang Imlek, bukan? Mengapa mengurung diri dalam kamar pengap apak ketika orang-orang berwajah bungah? Buka jendela dan tataplah langit cerah di luar sana. Dengar kesiur angin kencang merontokkan daun-daun tua, mewartakan tahun baru sudah di depan mata. Continue reading “Sepasang Wayang”