Cerpen, Dialog, Naratif

Asarpin
lampungpost.com

Suatu hari saya ditanya oleh seorang teman yang kebetulan merasa mengikuti perkembangan cerpen kita. Katanya: apakah yang membedakan cerpen dengan naskah drama? Saya jawab: tidak ada bedanya, dan banyak cerpen itu berupa drama dan drama itu berupa cerpen.

Tentu saja teman saya itu tak puas dengan jawaban itu. Ia tetap penasaran. Lalu, setelah sejenak berpikir, ia pun mengajukan pertanyaan yang lain lagi: Apa perbedaan antara cerpen yang selama ini dimuat di Kompas dengan cerpen yang dimuat di Koran Tempo? Continue reading “Cerpen, Dialog, Naratif”

Sumpah Pemuda dan Nasib Bahasa Daerah

Asarpin *
lampungpost.com

BAHASA Indonesia bermula dari proyek kebangsaan. Ini setidaknya bisa dilihat sejak Sumpah Pemuda 1928, di mana harapan untuk menjadikan bahasa sebagai agenda nasionalisme di kalangan kaum pergerakan mencapai puncaknya dengan dibacakannya ikrar bersama tentang pentingnya memiliki satu bangsa, satu nusa, dan satu bahasa.

Ungkapan “bahasa menunjukkan bangsa” tampaknya mempertegas hubungan lama antara bangsa dan bahasa. Bahasa Indonesia pada mulanya berjalan seiring dengan derap-langkah pergerakan dan nasionalisme. Hubungan sastra dan politik sejak awal begitu intim dan karib. Continue reading “Sumpah Pemuda dan Nasib Bahasa Daerah”

Bahasa ยป