“Puisi Panggung” dan “Puisi Kamar”

Badaruddin Amir
Fajar Makassar, 28 Feb 2016

AWALNYA MEMANG penyair menulis puisi bukan untuk dibacakan di depan umum. Melainkan untuk dibaca dalam hati agar maknanya dapat diserap dan direnung oleh pembaca. Tradisi pelisanan puisi di depan umumlah yang mengembangkan situasi itu sehingga dikenal pula cara-cara sosialisasi lain, yaitu pembacaan puisi atau “poetry reading”. Continue reading ““Puisi Panggung” dan “Puisi Kamar””

Bahasa »