Solo dalam narasi hotel

Bandung Mawardi *
http://www.solopos.com/

Alkisah, Hidjo mau meneruskan studi ke Belanda. Seorang pribumi dari kalangan elite di Solo hendak menghirup napas intelektualitas di negeri penjajah.

Hidjo pergi ke Belanda menggunakan alat transportasi kapal. Hidjo harus pergi dulu ke Batavia karena kapal jurusan ke Belanda bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok. Continue reading “Solo dalam narasi hotel”

Birokrasi!

Bandung Mawardi
Tempo, 23 Okt 2011

Sejarah Indonesia adalah sejarah tuan dan hamba (patron-client ). Kita bakal menelisik ini dari proses modernisasi awal di Nusantara, agenda transformasi sosial-politik-ekonomi, ketamakan kolonial, dan utopia kemodernan kaum pribumi. Perkebunan, pabrik gula, birokratisasi, percetakan, pendidikan, dan transportasi menjadi prolog modernisasi pada abad XIX. Perubahan-perubahan ini lekas melahirkan dikotomi politik, ekonomi, sosial, dan kultural. Sejarah pun bergerak dalam dikotomi telak: tuan dan hamba. Continue reading “Birokrasi!”

Sepatu dan Politik Identitas

Bandung Mawardi
http://epaper.tempo.co/

Politik modern memang bisa “ditamsilkan” dengan sepatu. Kisah sepatu ala Dahlan Iskan itu merepresentasikan adab politik kebersahajaan. Kisah sepatu ala Julia Gillard adalah efek protes politik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menenteng sepasang sepatukets. Peristiwa itu terjadi setelah mengikuti rapat kabinet di Kemayoran (19 Januari 2012). Menteri itu tampak lelah. Dahlan Iskan mengucap,“Capek aku pakai sepatu.“ Continue reading “Sepatu dan Politik Identitas”

Kerbau dalam peradaban Jawa

Bandung Mawardi
http://www.harianjogja.com/

Kabar telah tersiar dan mengundang tanya. Perawatan dan pengelolaan delapan kerbau bule keturunan Kiai Slamet dialihkan dari Keraton Solo ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Berita ini mengingatkan kita tentang makna kerbau dalam arus peradaban Jawa, masa lalu dan masa sekarang. Kerbau dalam sejarah Jawa menjadi bab penting bagi elite tradisional, petani dan pemerintah kolonial. Kerbau dimaknai dari sakralitas sampai komoditas memakai nalar kapitalistik. Continue reading “Kerbau dalam peradaban Jawa”

Tamsil Puitik Gamelan

Bandung Mawardi *
http://www.solopos.com/

Politik Indonesia sedang kisruh, sirna etika politik dan pudar sensibilitas kultural. Para politisi mirip tukang omong, saling sindir, mengecam dan mengejek. Elite membuat alibi atas dosa politik, sesama pengurus partai politik saling menebar fitnah dan hujatan, para manusia parlemen juga membuat proteksi politis agar selamat dalam sangkaan pelanggaran etika. Kondisi ini merisaukan, membuat kita alpa sejarah politik dalam bingkai selebrasi seni tradisional. Continue reading “Tamsil Puitik Gamelan”

Bahasa »