Mataram: Kemenangan Mitos dan Kekalahan Realitas

Haris del Hakim

Mataram dan Sultan Agung
Berbeda dengan kerajaan-kerajaan Islam lain di Indonesia yang bersifat maritim, kerajaan Mataram bersifat agraris. Kerajaan ini beribu kota di pedalaman Jawa dan banyak mendapat pengaruh kebudayaan Jawa Hindu, baik pada lingkungan keluarga raja maupun rakyat jelata. Pemerintahan kerajaan ini ditandai perebutan tahta dan perselisihan antara anggota keluarga yang diintervensi oleh Belanda.
Continue reading “Mataram: Kemenangan Mitos dan Kekalahan Realitas”

LUDRUK; KESENIAN DAN PERLAWANAN KAUM MARGINAL

Gugun El-Guyanie

Kemarin rakyat digemparkan dengan isu “reog Ponorogo” yang diklaim oleh Malasyia. Sekarang kita munculkan wacana seni ludruk yang sama-sama dari Jawa Timur sebagaimana Reog dilahirkan. Ini kita maknai sebagai suatu sikap kultural-apresiatif terhadap kekayaan warisan seni lokal di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekali lagi marilah mengangkat dengan hormat produk seni nenek moyang yang diinjak-injak anak cucunya sendiri. Juga mencintai dan merasa memiliki (sense of belonging) karya-karya tradisional yang dianggap kampungan (subaltern).
Continue reading “LUDRUK; KESENIAN DAN PERLAWANAN KAUM MARGINAL”

“IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR

Suryanto Sastroatmodjo

Ketegangan antara doktrin yang abadi, dengan manifestasi dalam kehidupan pribadi dan sosial merupakan faktor utama dari dinamika Islami. Munculnya berbagai aliran pemikiran, mistikus dan mujtahid pada paruh akhir abad ke dua puluh ini, menunjukkan suatu pertanda betapa ketegangan yang kreatif antara doktrin yang abadi dan kemungkinan manifestasi yang beraneka ragam dapatlah berlangsung, disadari maupun tidak, suatu jalan baru, yang mungkin memiliki rentangan yang lebih lentur, tengah diretas.
Continue reading ““IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR”

SELIR, OH… SELIR

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Omong soal selir, pikiran pastilah langsung istri banyak. Paling tidak lebih dari satu. Tetapi istri lebih dari satu pastilah selir? Inilah yang menarik untuk disimak dan diperhatikan. Itu adalah gejala yang ada di masyarakat, yang kadang mengundang pro dan kontra. Biasa, seperti halnya hidup itu sendiri mengundang pro dan kontra. Lantas bagaimana tentang selir di tanah Jawa ini atau khususnya di seputaran kalangan kerabat raja yang disebut ningrat atau priyayi yang sering dijadikan panutan masyarakat. Continue reading “SELIR, OH… SELIR”

AMADHAHI POLA-POLA ANGGIT ING CENGKOK GUNA-BUDAYA

Suryanto Sastroatmodjo

Pertama, mungkin sekali, apa yang diketahui oleh Vernon Gill Carter dan Tom Dale, bahwa manusia dan peradabannya itu tergantung dari tanah, sebagai seorang ibu memelihara dan membersihkan anak-anaknya, adalah benar. (The Physical relief features of land, that is, the landforms of earth’s surface, are another measuring-stick for human society: Continue reading “AMADHAHI POLA-POLA ANGGIT ING CENGKOK GUNA-BUDAYA”