Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**

Fahrudin Nasrulloh*
___Radar Mojokerto

Uwur-uwur kodok segoro
bandeng nener disaut ulo
Sukur-sukur peno jowo
tumut ngenger sak umur kulo
(Petilan kidungan Besut dari Mbah Jomblo)

Ia bernama Mbah Jomblo. Tampaklah panorama Dusun Jombok yang permai yang dikitari persawahan yang menghijau subur. Dan di daerah itulah ia pertama kali menghirup hiruk-pikuk dunia, yang kemudian ia lebih dikenal oleh warga sekitarnya dengan sebutan Mbah Jomblo. Continue reading “Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**”

Sang Pelacak

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Sebuah tlatah mulanya adalah sebentang nubuat, situs yang terus bergerak, dan perang yang bergolak panjang. Tragedi dan cerita manusia di dalamnya bagai layang-layang putus di angkasa. Begitulah kiranya apa yang tersirat di batin De Jonge (1828-1879), si tukang arsip kolonial yang disegani itu. Ia merupakan generasi setelah Valentijn (1666-1727), Peiter Van Dam, dan J. Hageman (1817-1872). Continue reading “Sang Pelacak”

Tumpek Kandang, Misi Pelestarian Hewan

Judul : Tumpek Kandang
Penyusun : I Dewa Gede Alit Udayana
Tebal : xii + 148 halaman
Penerbit : Pustaka Bali Post
Peresensi : Wayan Supartha

Beranda

ORANG Bali tidak saja merayakan otonan (hari kelahiran) untuk manusia, tapi juga hewan dan bahkan benda mati diberi penghormatan dengan upacara. Contohnya ada upacara otonan celeng (babi), dan otonan montor, sampai otonan wayang. Continue reading “Tumpek Kandang, Misi Pelestarian Hewan”

Kapan Dunia Kiamat

I Ketut Wiana

Beranda

Tapah param krta yuge
tretayam jnanamuscyate.
Dwapare yajnaewahur
Danamekam kalau yuge.
(Manawa Dharmasastra, I.86).

Maksudnya: Pada zaman Kerta Yuga, dengan bertapalah cara beragama yang paling utama. Zaman Treta Yuga, beragama dengan mengamalkan ilmu pengetahuan suci (jnana) itulah yang paling utama. Continue reading “Kapan Dunia Kiamat”

Bahasa ยป