Islam di Mata Dua Raja Jawa

Asep Sambodja
http://oase.kompas.com/

Bagaimana kita membaca Wedhatama dan Wulangreh dalam konteks kekinian? Mungkin kita akan dengan mudah mengatakan bahwa pengarang Wedhatama, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IV terasa sinis saat membicarakan agama Islam. Sementara pengarang Wulangreh, yakni Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakubuwono IV terasa lebih bisa menerima ajaran agama Islam. Tapi, apakah sesederhana itu? Continue reading “Islam di Mata Dua Raja Jawa”

KULTUR DAN IDENTITAS

Sastra Nir-ideologi: “Menjadi Tak Ada”
Gus TF Sakai
http://kompas-cetak/

Ketika individu menjelma jadi kelompok, ada unsur, sifat, atau kepentingan sama tertentu yang mengikatnya. Dan, identitas dalam bentuk kelompok (etnik, kultur, nation) selalu berada dalam sistem kompleks yang tak bisa dikenali melalui individu.

Fisika boleh menemukan partikel terkecil sub-atomik misalnya, tetapi ketika sejumlah atom berada dan terikat dalam gugus atom (molekul, senyawa), “wujud” yang muncul selalu beda. Dalam kajian sosial, sistem kompleks kumpulan individu ini diidentifikasi melalui ideologi. Tetapi, tepatkah identifikasi seperti itu? Continue reading “KULTUR DAN IDENTITAS”

Memahami Lanskap Etnis dan Agama di Indonesia

Judul Buku : Indonesia’s Population, Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape
Penulis : Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, Aris Ananta
Tebal : xxv + 193 halaman
Peresinsi: M Baiquni
http://www2.kompas.com/

SETELAH lebih dari 70 tahun informasi mengenai komposisi etnis penduduk Indonesia selalu tersembunyi, barulah pada Sensus Penduduk Tahun 2000 dijaring data mengenai etnis. Analisis mengenai data etnis ini sekarang dapat dicermati melalui buku berjudul Indonesia?s Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape yang ditulis oleh Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, dan Aris Ananta, diterbitkan oleh ISEAS Singapura, 2003. Continue reading “Memahami Lanskap Etnis dan Agama di Indonesia”

Masih Dipengaruhi Pembagian Kelas Sosial

Ratun Untoro
http://mdopost.com/

PEMEKARAN daerah baru digagas untuk mendekatkan institusi negara dengan rakyat serta memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Namun, tujuan itu tidak akan pernah tercapai jika cara menangani masyarakat masih disamaratakan. Daerah baru hanya akan memunculkan birokrat baru/pemerintah baru bukan pemerintahan baru/kebijakan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Continue reading “Masih Dipengaruhi Pembagian Kelas Sosial”

Disaat Cyber Membudaya

M. Yunis *
padangekspres.co.id

Ketika ruang dikalahkan oleh waktu, ketika tindakan telah dipadatkan, dan di saat makna kehilangan perannya di dalam realitas, maka saat itulah terciptanya dunia Cyber yang semakin lama semakin berkuasa terhadap manusia sebagai penciptanya. Di awali dengan perlombaan mengejar nafsu; nafsu ekonomi, nafsu politik, nafsu meteri, benda-benda, hingga nafsu sexs. Alhasil, sebagian nilai-nilai mulai kehilangan makna di dalam realitas, karena realitas kini diciptakan telah melampoi batas-batas alamiahnya sebagai realitas, para ahli menyebutnya dengan hyperealitas. Continue reading “Disaat Cyber Membudaya”

Bahasa ยป