EKSPRESI POST-MODERN, MEMBELI IDENTITAS YANG HILANG

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Semua mata melihat dengan antusias seperti rasa lapar yang lama. Atau jangan-jangan anda memakai jaket tebal, agar mengeluarkan keringat sebelum jalannya cerita.

Bagaimapun pemulian sakit menuju sembuh atas serangan demam, sakit gigi atau nyeri sebab bacaan yang tidak melonggaran cakrawala fikiran. Kondisi inilah yang menentukan warna kalimah mengikuti hasrat terdalam, memeras saripati manfaat kerja. Baca selengkapnya “EKSPRESI POST-MODERN, MEMBELI IDENTITAS YANG HILANG”

MELEBURKAN RUANG WAKTU DUNIA PUITIK*

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Inilah gagasan peleburan, demi mencapai keuniversalan makna.
Berbincang mengenai ruang, mau tidak mau menyoal ukuran, bentuk, warna dalam tampakan. Lantas ditariknya sebagai saksi. Menjadi saksi bisu jika tak memiliki waktu.

Ketika membahas waktu, pelaku dihadapkan panjang-pendeknya masa, menggebu-terlena, kejumudan atau hal biasa. Dan ruang itu semacam kata, angka, lebar, lonjong pula bulatan. Sedangkan waktu ialah ruh daripada ruangan. Baca selengkapnya “MELEBURKAN RUANG WAKTU DUNIA PUITIK*”

REALITAS (SEJARAH) MASA DEPAN

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Ini seolah dunia yang diandaikan peramal atau lagu gubahan firasat, namun tidak. Kita memiliki kemampuan tersebut, sebab memperoleh kenangan silam atas perjalanan hayat kesadaran kekinian. Posisi bertahan-menyerang atau penerimaan aktif dari dalam. Realitas masa depan itu, bayangan kemarin kepada kesadaran terkini yang hendak menggapai kemungkinan. Baca selengkapnya “REALITAS (SEJARAH) MASA DEPAN”

KA(E)PUJANGGAANNYA PAHLAWAN DIPONEGORO

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=478

Sebelum jauh merambah pada karya Beliau. Terus terang saya terusik dengan ejaan Diponegoro menjadi Dipanegara. Kenapa Bojonegoro tidak dirubah menjelma Bajanegara? Dst. Bagi saya tetap menggunakan logat aslinya (:jawa) yakni Diponegoro, disamping mengukuhkan literatur yang terakhir ada. Berangkat dari asal dialek, daya pamornya dapat disadap lebih mantab, saat mengejawantahkan suatu kalimah, apalagi kerja bersastra. Baca selengkapnya “KA(E)PUJANGGAANNYA PAHLAWAN DIPONEGORO”

Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com

Nurel Javissyarqi*
nureljavissyarqi04@yahoo.com

Maaf, jika tulisan ini seruduk lompat-melompat radak ganjil. Karena saat menuliskannya sedang sakit kepala oleh kelelahan berposting ria. Seperti biasa, sakit ringan itu saya anggap bagian dari gejala keabadian. Dan yakinnya atas kesaksian bertutur kata; bahwa kelak setelah tiada, akan ada para penyimaknya. Atau mungkin sepaham sajaknya Subagio Sastrowardoyo dalam antologi Simphoni (Pustaka Jaya 1971) yang bertitel ALI BABA: Baca selengkapnya “Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com”