Kritik Sastra Indonesia Kehilangan Arah?

Fadjriah Nurdiarsih
lifestyle.liputan6.com

Dasmir (50 tahun), seorang guru SMP di Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat, mempertanyakan tak adanya acuan dalam mengajarkan esai dan kritik sastra dalam kurikulum Bahasa Indonesia. Walhasil, anak-anak tak cinta dan tak suka menulis kritik dan esai. Ditambah lagi sulitnya mendapatkan novel-novel berkualitas di kotanya. “Toko buku di kota kami hanya ada satu. Itu pun koleksinya terbatas sekali,” ujarnya seraya menggugat dalam acara Seminar Nasional Kritik Sastra pada 15-16 Agustus 2017 di Aula Sasadu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Rawangun. Continue reading “Kritik Sastra Indonesia Kehilangan Arah?”

Tentang Kritik Sastra dalam Apresiasi Sastra

Budi Darma
haripuisi.com

/1/
Meskipun bertautan, kritik sastra berbeda dengan apresiasi sastra. Memang tidak selamanya kritik sastra mengkritik obyek sastra, akan tetapi unsur kritik selalu mendampingi pengertian kritik sastra. Sebaliknya pengertian kritik tidak mendampingi apresiasi sastra. Apresiasi sastra cenderung untuk menghargai karya sastra, cenderung untuk menerima suatu obyek sebagai sesuatu yang baik. Continue reading “Tentang Kritik Sastra dalam Apresiasi Sastra”

Pentas Teater Akar Pasir: “Ketika Iblis Menikahi Perempuan”

Achi Breyvi Talanggai *
zonautara.com

Drama ini mengisahkan tentang tokoh Belfagor dari neraka yang ditugaskan ke bumi selama 10 tahun untuk mengemban misi mengetahui rahasia beban dan cobaan dalam perkawinan.

Kehidupan teater di Sulawesi Utara sangat menarik untuk diamati. Datang dan pergi kader-kader peteater menjadi suatu hal yang lumrah namun mewarnai dinamika teater di daerah ini. Generasi ke generasi memberikan penandanya sendiri. Continue reading “Pentas Teater Akar Pasir: “Ketika Iblis Menikahi Perempuan””

Peta Sastrawan dan Perkembangan Sastra Indonesia Mutakhir di Kabupaten Banjar

Abdurrahman El Husaini
sketsahss212.blogspot.co.id

(Disampaikan pada forum Diskusi Panel Aruh Sastra Kalimantan Selatan IX di Banjarmasin, 12 s.d 14 Oktober 2012)
Perkembangan sastra di Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Banjar tidak luput dari peran sastrawan atau penulis karya sastra terdahulu. Baik novel, cerpen maupun puisi. Selain telah memberi warna dalam dunia kepenulisan sastra, kehadiran mereka juga bisa menjadi motivasi bagi generasi berikutnya. Sastrawan Kalsel (baca Kabupaten Banjar) adalah sastrawan yang lahir di Kabupaten Banjar atau pernah tinggal di Kabupaten Banjar. Berikut adalah nama-nama mereka yang dicatat Tajuddin Noor Ganie dalam Antologi Biografi 599 Sastrawan Kalimantan Selatan 1930-2011 : Continue reading “Peta Sastrawan dan Perkembangan Sastra Indonesia Mutakhir di Kabupaten Banjar”

Bahasa »