Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com 05/10/2016

Era digital membuat banyak orang pesimistis. Mereka yang bergerak pada komunikasi berbasis teks di media cetak, misalnya, merasa karyanya tak dihargai sebesar dahulu. Namun, Sapardi Djoko Damono, penyair legendaris yang dikenal lewat buku Hujan Bulan Juni sama sekali tak galau, malah cenderung optimistis. Continue reading “Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar”

Cerpen dan Joni Ariadinata

: Catatan Perjalan
Endry Sulistyo

Sebuah karya sastra tentu tidak dapat dilepaskan dari pengarangnya. Sebelum karya itu sampai kepada pembaca, terlebih dahulu melewati suatu proses panjang. Proses yang seringkali tidak diketahui oleh pembaca awam dan sering pula dianggap sepele oleh para penelaah sastra, mulai dari munculnya dorongan pertama untuk menulis, pengendapan ide (ilham), penggarapan, sampai akhirnya tercipta sebuah karya yang siap untuk dibaca oleh publik. Continue reading “Cerpen dan Joni Ariadinata”

MENGGAGAS KESADARAN LOKALITAS SASTRA MANADO

(Peluncuran Antologi Puisi Bahasa Manado)
Greenhill Glanvon Weol *
Global News, 22-23 Mar 2005

Sebuah antologi puisi bahasa Manado dengan judul “999” baru saja menyapa publik penikmat sastra di Manado. Peluncuran buku ini memang jauh dari darimewah dan “wah”, sebab cuma dilaksanakan di kantin kecil yang kebetulan bertempat di fakultas Sastra UNSRAT. Acaranya sederhana dan jauh dari kesan formal : ucapan selamat datang dari yang empunya kantin, kemudian langsung karya tersebut diperkenalkan lewat serangkaian tanya jawab yang lazimnya disebut “bedah buku” sambil ngopi. Continue reading “MENGGAGAS KESADARAN LOKALITAS SASTRA MANADO”

Bahasa »