Lewat Islam, Hamka dan Pramoedya Ananta Toer pun Berdamai

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com 29/06/2016

Panasnya api perseteruan tak selamanya abadi. Kadangkala keyakinan yang sama mampu mendamaikannya. Seperti konflik yang terjadi di antara Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dan Pramoedya Ananta Toer.

Dua tokoh sastra kenamaan Indonesia itu bersebrangan paham. Namun -ada akhirnya, Islam jualah yang mendamaikan mereka. Continue reading “Lewat Islam, Hamka dan Pramoedya Ananta Toer pun Berdamai”

Pramoedya Ananta Toer Pernah Diusulkan Terima Nobel Sastra

Dara Tulus Rinukty, Alif Prayuta
pikiran-rakyat.com 6 Feb 2017

PRAMOEDYA Ananta Toer merupakan seorang penulis Indonesia satu-satunya yang pernah diusulkan untuk mendapat Nobel Sastra. Novel-novel Tetralogi Buru yang ditulisnya di Pulau buru, mengantarkannya masuk nominasi tersebut. Tetralogi Buru terdiri dari empat buah novel yaitu Bumi Manusia (1980), Anak Semua Bangsa (1981), Jejak Langkah (1985), dan Rumah Kaca (1988). Continue reading “Pramoedya Ananta Toer Pernah Diusulkan Terima Nobel Sastra”

MENOLAK KONON: SEBUAH PERTANGGUNGJAWABAN

Editor: Maman S Mahayana

Guna mengetahui serba sedikit proses penyusunan buku ASPI, berikut saya sertakan semacam Pertanggungjawaban Editor. Silakan dicermati.

“Penyair yang baik adalah penulis esai yang baik!” Ini bukan konon! Tetapi, begitulah keyakinan Sapardi Djoko Damono, salah seorang penyair terkemuka kita yang hingga kini masih terus berkarya. Maka, kita dapat melihat, esai-esai yang ditulis Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri atau Goenawan Mohamad— Continue reading “MENOLAK KONON: SEBUAH PERTANGGUNGJAWABAN”

Bahasa »