Membawa Sastra Indonesia kembali ke Radar Dunia

Hera Khaerani
mediaindonesia.com

KABAR gembira itu tersebar, tidak terlalu mengejutkan, tapi lebih seperti sesuatu yang nyaris sudah diantisipasi, Eka Kurniawan meraih The World Readers Award 2016. Pengumuman yang berlangsung pada 22 Maret 2016 di Hong Kong itu menambah kebanggaan bagi Indonesia. Jelaslah, kesusastraan Indonesia kini kembali masuk ke radar penikmat dan kritikus sastra tingkat internasional. Continue reading “Membawa Sastra Indonesia kembali ke Radar Dunia”

Kertas Gedog asal Ponorogo yang Mulai Dilirik Bangsa Asing

Ainul Fitriyah
news.unair.ac.id

Melestarikan budaya dan menjaga agar tetap menjadi identitas Nusantara adalah tugas bangsa Indonesia. Terlebih, bagi pemuda yang masih memiliki semangat serta jiwa patriotisme yang tinggi. Tidak mau kalah dengan pemuda lainnya, mahasisiwa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, peminatan Filologi, Minggu (21/5), mengadakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Mereka mempelajari khasanah budaya yang masih nampak di Jawa Timur yakni pembuatan kertas gedog. Continue reading “Kertas Gedog asal Ponorogo yang Mulai Dilirik Bangsa Asing”

Penyair Agus R. Sarjono: Rilke adalah Penyair Apolitis

Diah Anggraeni Retnaningrum
www.satuharapan.com

Rainer Maria Rilke di mata penyair Agus R Sarjono adalah sosok penyair yang berbeda. Karya-karya Rilke tidak sarat dengan muatan politis dan sosial, namun lebih kepada keindahan alam, renungan, cinta, dan kematian.

“Dia penyair liris yang sangat halus, metrum, mendalam, tapi juga berlagu dan apolitis,” kata Agus Sarjono kepada satuharapan.com saat meluncurkan kumpulan puisi terjemahan karya Rilke yang bertajuk 10 Tahun Seri Puisi Jerman, Rainer Maria Rilke: Kedalaman, Terserah Padamu, di Goethe-Institut, Jakarta Pusat, Continue reading “Penyair Agus R. Sarjono: Rilke adalah Penyair Apolitis”

Nurel Javissyarqi, Sastrawan Pelukis Kata

Mofik el-abrar
lpmalmillah.com

Sebongkah berlian akan memiliki nilai jual tinggi jika ia mau keluar dari dalam tanah dan mau bersabar dalam menghadapi proses pengolahan yang membutuhkan waktu lama. Tapi jika sebongkah berlian tersebut tidak mau keluar dari perut bumi dan tidak mau merasakan kerasnya proses pengolahan, maka ia hanyalah sebongkah batu berlumpur yang tidak berharga. Continue reading “Nurel Javissyarqi, Sastrawan Pelukis Kata”

Bahasa »