Gerilya Negri Sungsang I

(Catatan perjalanan di Desa Jono, Temayang, Bojonegoro)
Sabrank Suparno *

1. Keberangkatan

Setelah melakukan latihan ‘terakhir’ dalam proses naskah teater Negri Sungsang pada 20 Januari 2012, seluruh awak Komunitas Suket Indonesia berdiskusi khusus mengenai pementasan dua hari berikutnya tanggal 22 Januari di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro dan 23 Januari 2012 di Desa Maibit, Kecamatan Rengel-Tuban. Continue reading “Gerilya Negri Sungsang I”

Gerilya Negri Sungsang II

(Catatan Pementasan di Desa Maibit, Kecamatan Rengel-Tuban pada 23 Januari 2012)
Sabrank Suparno *

Ketika para aktor Negri Sungsang ikut berdiskusi seusai pementasan di desa Jono, personel KSI yang lain membongkar properti. Setelah dirasa perlengkapan terselesaikan, seluruh awak KSI berpamitan kepada tuan rumah. Secara tekhnis tidak ada perbedaan dengan kedatangan di Jono, begitu sampai di Balai Desa Maibit, Kecamatan Rengel-Tuban jam 24.30 malam, beberapa awak rombongan membantu setting panggung dan lighting. Persis ketika di Jono, dengan harapan esok harinya waktu hanya untuk istirahat total, kecuali jalan-jalan dan atau tugas lain yang terjadwal. Continue reading “Gerilya Negri Sungsang II”

Setahun Pelangi Sastra Malang

Denny Mizhar
__Pelangi Sastra Malang

Pada mulanya adalah pertemuan yang sering terjadi antara saya dan Ragil Supriyanto yang biasa dipanggil Ragil Sukriwul. Saya diajak gabung di Komunitas Mozaik Malang dengan gerak yang merambah dunia seni dan sastra. Tetapi saya belum intens, hanya ketika Mozaik dengan penerbitannya menggarap antologi cerpen yang diberi judul “Pledoi: Pelangi Sastra Malang dalam cerpen” saya dimintanya untuk memegang tanggung jawab di bagian produksi: membantu mencari dana penerbitan hingga buku tersebut terbit pada tahun 2009. Continue reading “Setahun Pelangi Sastra Malang”

PEMIKIRAN PENDIDIKAN MUHAMMAD IQBAL *

Rahmi Eka Nurlia, Wijayanti Wulan S, Sofiatun, Rokhayatun Niroh, Neneng Siti Fatimah

PENDAHULUAN

Dr. Sir Muhammad Iqbal, penyair, pujangga dan filosof besar abad ke-20, dilahirkan di Sialkot, Punjab, Pakistan pada 9 Nopember 1877. Sosoknya memang fenomenal. Lebih dari siapa pun, Iqbal telah merekonstruksi sebuah bangunan filsafat Islam yang dapat menjadi bekal individu-individu Muslim dalam mengantisipasi peradaban Barat yang materialistik ataupun tradisi Timur yang fatalistik. Continue reading “PEMIKIRAN PENDIDIKAN MUHAMMAD IQBAL *”

Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar

M Farid W Makkulau

SUATU hari saya duduk-duduk di teras dan menyaksikan orang yang lewat di depan rumah. Saat itu ada seorang perempuan yang singgah menanyakan rumah seseorang yang merupakan teman kuliahnya. Menyaksikan paras wanita yang ternyata mahasiswi tersebut, kontan saya berujar, “Kuntui bulang sampulo angngappak”. (Artinya: Seperti bulan empat belas). Tetangga baru yang mendengar saya berujar bertanya, “Maksudnya apa tadi pak?” Continue reading “Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar”

Bahasa »