Akhiriyati Sundari
Entahlah..
Perkenankan saya buka kalimat saya dengan kata bermakna ketidaktahuan itu. Dalam batin saya hanya ingin sekadar menulis.
Jogja mendadak garang saat ini. Lepas beberapa jam di belakang, hujan yang sebentar. Lebih tepatnya gerimis yang merintik-rintik. Nuansa melankolik [melankolis? melankoli?] bermunculan di seputar tempat saya duduk. Continue reading “Melankoli Sebentar Sembari Minum Kopi”
