Sebuah Gugatan – Halta Sastra dan Konsistensinya

Nisa Elvadiani
http://manuskripdody.blogspot.com/

Halte Sastra Dewan Kesenian Surabaya terinspirasi dari kegiatan serupa yang pernah digelar di tahun 1990-an. Pada masa itu kesusastraan di Surabaya mengalami kemajuan pesat dan memunculkan banyak sastrawan bertalenta tinggi dengan beragam eksplorasi karya. Bedanya, para SASTRAWAN MUDA *) yang bermunculan di era sekarang ini berkembang tanpa kritik sastra. Continue reading “Sebuah Gugatan – Halta Sastra dan Konsistensinya”

Puisi yang Bukan Sekadar Puisi

Mariska Lubis
Kompas, 1 Okt 2011

MENGHADIRI undangan peluncuran buku antologi puisi alit “Kitab Radja – Ratoe Alit” yang ditulis oleh 50 penyair Indonesia, memberikan kesan yang sangat luar biasa. Ternyata kekhawatiran dan keprihatinan atas apresiasi puisi di Indonesia sudah bukan lagi hanya masalah soal seni semata, tetapi menyangkut masalah politik dan nasionalisme di dalam berbangsa dan bernegara. Mengapa Negara yang kaya akan budaya bahasanya seperti Indonesia, tidak bisa melakukannya?! Continue reading “Puisi yang Bukan Sekadar Puisi”

Melebur Karya Sastra Picisan

Hendri R.H

Saya masih tidak mengerti kenapa Pramoedia Anata Toer dilahirkan, terlebih berbagai karyanya dilarang pemerintah. Saya sendiri yang mendekam di jurusan sastra sempat menolak untuk membaca karya-karyanya, “kumpulan roman picisan” itulah kiranya yang sempat terucap. Praduga tak bersalah tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya roman yang dilahirkan awal abad ke-19 kebanyakan bertemakan cinta. Continue reading “Melebur Karya Sastra Picisan”

Konsisten seperti Pramoedya Ananta Toer

Helmy Beryliansyah

Menulis sedikit review tentang seorang penulis kenamaan Indonesia membuat keinginan seandainya saja saya mampu konsisten seperti dia, “as soon as possible”, menjadi seorang tetap berkarya dalam dunia tulis-menulis bahkan menjadi sebuah mata pencaharian. Untuk menulis mungkin sulit untuk diharapkan, tapi setidaknya bisa tetap berkarya didalam hidup agar lebih berarti, yang kata orang, “hidup hanya sesaat”. Suatu keinginan besar dari seorang yang malas. Continue reading “Konsisten seperti Pramoedya Ananta Toer”

Bahasa »