Industri Warisan Budaya

Zacky Khairul Umam*
Media Indonesia, 25 Okt 2007

Bangsa kita sulit menjadi ‘tuan’ di rumah sendiri. Sadar atau tidak sadar, kita bukan lagi ‘pemilik’ dan ‘penentu’ nasib bangsa ke depan jika rasa handarbeni atau kepemilikan atas sumber daya alam dan kultur hilang perlahan-lahan. Rasanya, saking kayanya potensi segala sumber daya di negeri ini, segalanya dibiarkan begitu saja hingga tidak ada kepekaan untuk merasa kehilangan. Padahal, setelah kecolongan sumber daya dalam negeri, kita baru geger dan kehilangan. Continue reading “Industri Warisan Budaya”

Esai: Menulis Karangan

Jacob Sumardjo *
Pikiran Rakyat, 27 Okt 2007

INI pengalamanku waktu menjadi redaktur cerita pendek tidak resmi di sebuah harian terkenal di daerahku. Tidak resmi, kukatakan, karena saya tidak mendapat bayaran sesen pun atas pekerjaan itu.

Saya mendapat mandat dari redaktur budaya surat kabar tersebut untuk memilih cerita pendek yang dimuat tiap minggu. Hampir setiap bulan harus memeriksa setumpuk naskah cerita pendek, kira-kira lima puluh naskah, dan saya menetapkan empat atau lima cerita pendek yang akan dimuat. Continue reading “Esai: Menulis Karangan”

Mengejar Selia dari Borneo hingga ke Muara Tungkal

Shabrina WS

Pagi itu, matahari masih memanjangkan bayang-bayang. Aku tak sedang menuang secangkir kisah pagi yang manis ataupun mengunyah sepotong muffin. Tapi aku berencana menikmati angin Teluk Wondama karena telah beberapa hari ini aku ingin ke sana.

Namun, tiket manis datang. Tiket ke tanah Borneo! Ya, Borneo, aku telah lama mengagumi nama itu. Sejak pertama kali kudengar beberapa tahun lalu. Maka, hanya sedikit berkemas saja, aku menuju ke sana. Continue reading “Mengejar Selia dari Borneo hingga ke Muara Tungkal”

Ode untuk Penggemar Buku

Akhmad Sekhu *

Buku begitu memesona sepanjang hidupku!
Menunggu Sang Ibu Pulang dari Salon untuk Sejumlah Buku

Buku, entah mengapa benda ini selalu sangat menarik bagiku, dari semenjak kecil, aku suka sekali dengan buku. Ada sekelumit kisahku di masa kecil mengenai kesukaanku pada buku. Aku selalu tidak mau kalau diajak ibuku untuk pergi ke salon. Dan karena itu selalu saja yang menemani ibuku adalah adikku yang perempuan karena memang perempuan harus mampu menjaga citra kecantikannya jadi kloplah ibuku dan adikku bersama-sama untuk ke salon. Continue reading “Ode untuk Penggemar Buku”

KOREKSI UNTUK SAUT SITUMORANG

Mohamad Guntur Romli
kesusastraan.wordpress.com, 19 Okt 2007

Makalah Saut Situmorang, “Politik Kanonisasi Sastra”, yang ditulisnya untuk Kongres Cerpen V di Banjarmasin, menjelang akhir Oktober 2007 ini, membidik sebuah sasaran utama: TUK. Bagi Saut, TUK adalah biang keladi “politik kanonisasi sastra” yang tidak sehat yang berlangsung sekarang. Tetapi Saut tak mengerti apa sebenarnya TUK. Dia mengatakan, TUK adalah sebuah “kelompok teater”. Katanya pula: inilah “kelompok Teater yang tidak pernah mementaskan produksi teater”. Continue reading “KOREKSI UNTUK SAUT SITUMORANG”

Bahasa »