Tag Archives: Canting

Sastra Indonesia Berbahasa Spanyol Diluncurkan

Zeynita Gibbons
antarasumbar.com

London, Buku sastra Indonesia karya Ahmad Tohari berjudul “Kubah” yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Spanyol dengan judul “El Regreso de Karman” diluncurkan Pusat Studi Asia Afrika (PSAA) Universitas El Colegio de Mexico (Colmex) di Sala Auditorio Alfonso Reyes Colmex, Meksiko.

Tulisan A.C. Andre Tanama untuk Sutrisno SZ

“Entah Harus Bersyukur atau Mengumpat Bangsat, ha..ha..ha..”
A.C. Andre Tanama
woodcutsz.blogspot.co.id

Sebagai seorang seniman yang juga intens mendalami seni grafis, sungguh amat sulit bagi saya untuk mampu melihat dan mengakui kebolehan orang lain yang bermain di ranah ini. Tetapi ketika bertemu dengan makhluk grafis yang bernama Sutrisno ini, ego yang menutupi mata saya seolah terusir pergi. Betapa tidak, bukan hanya lewat hasil karya seni grafisnya jantung saya dibuat berdegup kencang, tapi juga lewat proses dia berkesenian yang ternyata sangatlah militant. Saya pun geleng-geleng kepala, sebagai seniman yang besar dari seni grafis, saya pun berkata: “Entah harus bersyukur atau mengumpat bangsat, ha..ha..ha..”.

INDRIAN KOTO; SI PENJUAL BUKU SASTRA VIA INTERNET

radiobuku.com / Tribun Jogja 17 Februari 2014 menurunkan kisah penyair Indrian Koto dalam mengelola lini usaha yang tak biasa, menjual buku sastra di bawah bendera “Jualan Buku Sastra/JBS”. Tulisan yang diturunkan web daring tribunjogja.com itu dibagi dalam tiga artikel. Inilah sosok Indrian Koto di rimba dunia internet merambah usaha jualan buku sastra.

Globalisasi dan Konsekuensi Kulturalnya

Yoshica Indah Putri
http://yoshica-indah-putri-fisip14.web.unair.ac.id

Globalisasi dipercaya dapat mendukung proses terciptanya kosmopolitanisme, hal ini disebabkan oleh adanya pertukaran ide dan budaya akibat dunia yang menjadi semakin kecil karena adanya produk-produk globalisasi seperti teknologi informasi serta komunikasi yang mengaburkan batas-batas ruang dan waktu yang dahulunya sulit terjangkau oleh karena itu interaksi antara satu peradaban dengan peradaban lain menjadi semakin intens.

Membaca Kearifan Penyair Nusantara

Neva Tuhella
harian.analisadaily.com

PASIE KARAM meru­pa­kan judul yang dipilih tiga ku­rator Antologi Puisi Temu Pe­nyair Nusantara 2016. Dewan Kurator terdiri dari D. Kema­lawati, Fikar W. Eda dan Musta­fa Ismail. Ketiganya, penyair asal Aceh.

Ada 163 penyair se-Nusan­tara yang pusinya di muat dalam antologi setebal 460 halaman ini. Termasuk di dalamnya 13 pe­nya­ir yang berasal dari Rusia, Si­ngapura dan Malaysia.