Tag Archives: Canting

PENDULUM KAJIAN BAHASA: DARI YANG AUTONOM KE YANG INSTRUMENTAL

Anang Santoso *
studibahasakritis.blogspot.co.id

SEBUAH PENGAKUAN

“Wah, Bapak terlalu overestimate tentang saya”. Begitulah jawaban saya terhadap Pak Effendi (A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D.) ketika beliau meminta saya membedah buku beliau yang baru terbit. Hal ini didasarkan atas pengalaman “masa lalu” ketika membaca karya Pak Effendi. Setiap kali saya membaca tulisan beliau yang muncul dalam sejumlah jurnal, terus terang saja saya memerlukan banyak sekali energi dan waktu untuk memahaminya (Ini bukan keluhan, lho). Begitu rumit dan rincinya, saya sering menyebut beliau dengan “Chomskyan UM”. Demikian juga, pengalaman mengikuti kuliah “Aliran Linguistik”-nya Prof. Abdul Wahab, M.A., Ph.D. (alm.) ketika menempuh program doktor, saya selalu mengernyitkan dahi ketika membedah buku-buku Chomsky meskipun Pak Wahab selalu membuatkan ringkasan kecil buku Comsky untuk kelas kami.

NH Dini yang Terus Berkarya; Intip Kontribusinya bagi Dunia Sastra Indonesia

Yashinta Difa
Pos Kupang, 8 Nov 2017

Seorang perempuan tersenyum bahagia saat namanya diundang naik ke panggung untuk menerima penghargaan prestasi seumur hidup (lifetime achivement award) dari penyelenggara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017 di Bali, pekan lalu.

Dibantu oleh putra yang menuntunnya, perempuan yang memakai kebaya putih dipadu bawahan kain batik hijau muda itu melangkah perlahan-lahan ke panggung, berdiri di belakang mikrofon yang telah disediakan untuknya.

Bahasa dan Sastra dalam Bingkaian Dialog Sastrawan

Abiyyu, Juli
balairungpress.com, 1 Mei 2015

Pagi itu, Minggu (26/04), suasana Pusat Studi Kebudayaan (PSK) UGM tampak ramai. Terlihat di antara mereka beberapa sastrawan kawakan, seperti Iman Budhi Santosa, Mustofa W. Hasyim, Ulfatin C.H., dan Budi Sarjono. Mereka berkumpul dalam rangka melakukan diskusi dengan guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia se-Yogyakarta.

Membimbing Guru Lebih Kreatif Mengajar Sastra

Kurnia EF
parle-indonesia.com

Melanjutkan program yang sudah dimulai sejak awal September 2016, pendampingan guru oleh sastrawan berjalan kembali. Hari ini (3 November) giliran para guru SD dan SMP yang mengajar bahasa Indonesia dari Jakarta Selatan. Pekan depan wilayah Jakarta Pusat mendapat giliran terakhir, putaran kelima.

Literasi Sastra Membangun Karakter Siswa

Muhlasin *
Tribun Jateng, 28 Feb 2017

Ada yang baru dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA tahun ini. Jika tahun-tahun sebelumnya peserta menempuh enam mata uji, kali ini mereka hanya menempuh empat mata uji. Tiga mata pelajaran sebagai mata uji wajib, yakni bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris, dan satu mata uji pilihan sesuai program studinya. Sedangkan dua mata pelajaran (mapel) khas jurusan lainnya yang tidak dipilih dalam UN akan ditempuh bersama mapel lain dalam Ujian Sekolah Bersama Nasional (USBN).