Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial

Istiqamatunnisak
http://wa-iki.blogspot.com/

Hikayat Teungku di Meukek adalah sebuah teks sastra Aceh yang menukilkan berbagai peristiwa sejarah dan penuh pesan sosial dan politik. Tulisan ini menjelaskan tentang pengaruh kolonial dalam hikayat tersebut. Naskah kuno yang di dalamnya banyak mengandung berbagai nilai budaya, baik tentang kepercayaan, adat-istiadat, filsafat, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik, bahkan sejarah. Pembedahan, pengkajian, dan pengungkapan berbagai warisan nilai budaya di dalamnya diperlukan sebagai upaya mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa. Continue reading “Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial”

Menilik Naskah Asli Sastra Indonesia di PDS HB Jassin

Lidya Natasha Hadiwinata
edukasi.kompas.com

Setelah sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu, apa kabar Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin? Bagi Anda yang suka dengan dunia sastra, terutama sastra Indonesia, keberadaan PDS H.B. Jassin pasti sudah tidak asing lagi. Bagi yang belum, yuk, kita tilik sejenak, koleksi apa saja yang tersimpan di dalamnya. Continue reading “Menilik Naskah Asli Sastra Indonesia di PDS HB Jassin”

In Memoriam: Henriette Marianne Katoppo

Myra Sidharta *
Kompas, 28 Okt 2007

Ketika mendapat kabar bahwa Marianne pun telah menghadap Sang Pencipta-nya, saya tentu sangat terkejut. Dia adalah yang termuda dari semua teman yang meninggalkan saya dalam dua bulan terakhir ini. Kebanyakan di antara mereka adalah berusia 90 tahun lebih, yang satu lagi berusia 82 tahun dan ada juga yang 74 tahun. Marianne “baru” berusia 64 tahun, masih belia kalau dibandingkan dengan usia saya. Meskipun selisih usia kami 16 tahun, kami bisa menjadi sahabat baik karena persahabatan memang tidak mengenal usia. Continue reading “In Memoriam: Henriette Marianne Katoppo”

Utan Kayu International Literary Bienalle 2007: Si Geger Menangis, Pesta Bir Berlanjut

Chavchay Syaifullah
Media Indonesia, 26 Agus 2007
terkait: http://sastra-indonesia.com/2011/08/empat-dusta/

SEBUAH ajang yang merambah jaringannya hingga ke tingkat internasional tentu akan menjadi penting bagi publik sebuah negeri. Sebagai pembelajaran, tukar-menukar pengalaman, perigi pendidikan, dan (atau) sekadar forum unjuk kebolehan, pada efek tertentu akan memberi motivasi kuat bagi publik negeri untuk memacu dirinya dalam persaingan di tingkat internasional. Continue reading “Utan Kayu International Literary Bienalle 2007: Si Geger Menangis, Pesta Bir Berlanjut”

Bahasa ยป