MENULIS ITU BUKAN BANCI

[Menulis itu Banci?] Dari Jambore Satra di Kaki Kahyangan
Wina Karnie *
http://winakarnie76.multiply.com/

Kota Ponorogo memang tak asing lagi di telinga saya. Selain letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan kota Magetan. Ponorogo juga terkenal dengan icon reognya yang bagi saya tak asing sama sekali. Sejak kecil saya sudah mengenal budaya reog melalui salah satu warga yang sedang melangsungkan hajatan. Mereka mengundang untuk hiburan para tamu undangan. Tapi sekarang tradisi Itu mulai luntur di desa kami. Continue reading “MENULIS ITU BUKAN BANCI”

Renungan Malam Lebaran

Denny Mizhar *

Malam tadi semua orang menanti keputusan penetapan 1 Syawal 1432 H untuk peringatan hari raya Idhul Fitri. Adapun dengan hasil penetapan pemerintah bahwa 1 Syawal 1432 H pada tanggal 31 Agustus 2011 juga Organisasi keagamaan Nahdatul Ulama sama dengan pemerintah. Meskipun sudah ditetapkan masih ada penetapan lain akan jatuhnya 1 Syawal 1432 H yakni tanggal 30 Agustus 2011 hal itu dilakukan oleh Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Muhammadiyah yang jauh hari sudah memutuskannya. Continue reading “Renungan Malam Lebaran”

Erasure: Penulis dan Pengharapan Pembacanya

Wawan Eko Yulianto *
berbagi-mimpi.info, 13 Apr 2010

Sebagian penulis harus mati dulu sebelum karyanya dibaca orang. Sebagian lagi harus nulis beberapa buku dulu sebelum akhirnya karyanya menarik perhatian orang. Percival Everett adalah salah satu di antara penulis dari golongan kedua itu. Setelah sekitar lebih dari 18 tahun menekuni dunia gores pena), menerbitkan beberapa judul buku, akhirnya bukunya yang berjudul Erasure berhasil menjaring pembaca secara signifikan. Unik, buku yang secara struktur sangat tidak wajar dan melayangkan kritik keras terhadap dunia penerbitan dan elit sastra ini malah yang akhirnya menyukseskannya. Continue reading “Erasure: Penulis dan Pengharapan Pembacanya”

Menyibak Rahasia Mantra

Agus Hidayat, Syaiful Amin
http://majalah.tempointeraktif.com/

Begitu memasuki Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta, sederet tulisan kaligrafis langsung menyergap mata. Bunyinya “Muhammad kang mengku Rasa”. Bentuk kaligrafi itu juga tak biasa. Ia dituliskan vertikal, tidak horizontal. Kalimat itu bukan sembarang kalimat. Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, tulisan itu merupakan rajah, mantra penolak bala. Continue reading “Menyibak Rahasia Mantra”

Bahasa ยป