Sulitnya Melawan Lupa

Bambang Trismawan
http://www.kompasiana.com/bambangtris

Karena tak terurus, ribuan koleksi karya sastra yang tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin terancam rusak (Kompas, 20/3/2011).

Membaca berita itu, saya seolah tersadar dari pertanyaan yang selama ini selalu saya utak-atik dalam kepala. Kenapa bangsa ini selalu terperosok dalam lubang yang sama dan terantuk pada batu yang sama. Jawabannya adalah karena sejarah dan kesusasteraan masih dipandang sebelah mata. Continue reading “Sulitnya Melawan Lupa”

Umar Kayam, Sastrawan Peduli Wong Cilik

Agus Utantoro
http://www.mediaindonesia.com/

Sosok Umar Kayam, dikenal sebagai sastrawan yang mampu secara konsisten berada dalam garis komitmennya untuk tetap memperhatikan dan mengedepankan kepedulian terhadap rakyat kecil atau wong cilik.

Dalam setiap novel yang lahir dari tarian jarinya, selalu saja mengangkat peristiwa yang ada di seputar kehidupan rakyat kecil yang di dalam pandangannya penuh kegairahan. Continue reading “Umar Kayam, Sastrawan Peduli Wong Cilik”

Umar Kayam, Sastrawan Peduli “Wong Cilik”

Gusti Grehenson
http://www.ugm.ac.id

Umar Kayam merupakan salah seorang tokoh kebudayaan dan dikenal sebagai sastrawan yang mampu secara konsisten berada dalam garis komitmennya untuk memperhatikan kehidupan ‘wong cilik’ (rakyat kecil). Hampir setiap karya novelnya mengangkat peristiwa di seputar kehidupan rakyat kecil, yang di dalam pandangannya penuh kegairahan. Continue reading “Umar Kayam, Sastrawan Peduli “Wong Cilik””

Perpustakaan, Siapa Peduli?

Dwi Rohmadi Mustofa *
Lampung Post, 28 Mei 2011

SIAPA peduli perpustakaan? Pertanyaan ini tak berlebihan jika kita menelisik lebih jauh terhadap aktivitas di perpustakaan dan apa yang ada dalam perpustakaan. Secara esensial, jika kita ingin memotret pendidikan dan segala dinamikanya, salah satunya dapat dilakukan dengan meninjau kondisi perpustakaan. Artinya, perpustakaan adalah medium yang strategis bagi pemajuan pendidikan. Continue reading “Perpustakaan, Siapa Peduli?”

Bahasa »