Subakir Mati Metingkrang

Fahrudin Nasrulloh *

Obrolan di cafe ”Sidade” itu makin menghangat. Kopi disuguhkan. Bila mau pilih teh boleh juga. Yang wasgitel atau sariwangi. Bisa pesan jika minat teh rosella Malang yang berdaun gelap kecoklat-coklatan. Rokok Jisamsoe disesap, seperti menghirup seisi cafe dari ingatan yang pudar. Ia berjalan mondar-mandir melayani pembeli. Pangsit dan Mie ayam Jakarta, pun es campur tersedia di sini: Jl. Manukan Tama 10 A, Tandes, Surabaya. Dulu, lelaki berkumis tebal dan bertubuh gempal ini pemain bass di grup pertunjukan Gambus Misri. Ia termasuk penonton ludruk yang setia. Continue reading “Subakir Mati Metingkrang”

Bulan Sastra Indonesia di Jombang

Siti Sa’adah
Radar Mojokerto, 24 Juli 2011

Meskipun belum ada kesepakatan secara menyeluruh mengenai peringatan Bulan Sastra Indonesia, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP Bahtra Indonesia) STKIP PGRI Jombang telah mengagendakan peringatan tersebut pada bulan April. Bulan sastra disebut oleh Sapardi Djoko Damono sebagai hari sastra jatuh tepat pada 28 April yang sekaligus untuk mengenang Chairil Anwar. Bulan Sastra Indonesia yang telah berlangsung pada 15-16 April 2011 di kampus STKIP PGRI Jombang Continue reading “Bulan Sastra Indonesia di Jombang”

MALIN PASAL PENGHABISAN, MALIN KUNDANG JILID KEDUA

Catatan Singkat Proses Kreatif Teater Wadtera SMP 1 Mojoagung dalam rangka Pekan Seni Pelajar Jatim 2011
Bambang Irawan*
http://www.radarmojokerto.co.id/

Antara Wewe Gombel dan Malin

Setelah sengaja terlibat secara langsung dalam dua proses kreatif terakhir teater Wadtera SMP 1 Mojoagung, yaitu proses drama Wewe Gombel dan proses Malin Pasal Penghabisan, penulis menemukan sesuatu yang menarik untuk diungkap. Yaitu, kedua drama tersebut memiliki beberapa persamaan, baik secara kontekstual atau persamaan nasib. Continue reading “MALIN PASAL PENGHABISAN, MALIN KUNDANG JILID KEDUA”

STMJ Keliru Sang Kiai *

Yusuf Suharto **

Membedah novel benar-benar hal yang baru bagi saya. Bagaimana tidak, novel ini baru terhitung novel kedua yang pernah saya bedah dalam perspektif saya sebagai santri, dan kebetulan pula kedua novel itu dilahirkan orang yang dekat dengan tradisi pesantren. Novel pertama yang saya maksud adalah novel Spesies Santri”, karya Habib Mustofa dan kemudian novel di hadapan kita ini. Continue reading “STMJ Keliru Sang Kiai *”

Menarikan Tarian di Ranjang Kyai

A. Iwan Kapit

Menelusuri detil-detil cerita yang berkelindan dalam Tarian di Ranjang Kyai yang ditulis Yan Zavin Aundjand, membuat saya kembali mengingat memori usang masa kecil tentang pengalaman hidup yang singkat di Madura. Ada 2 kota yang sempat saya singgahi sejenak; Pamekasan dan Sampang. Kenapa sejenak? Karena tugas yang diemban orang tua saya pun tak berlangsung lama di tanah garam ini. Continue reading “Menarikan Tarian di Ranjang Kyai”

Bahasa »