Menulis Ulang Sebuah Proses Menulis Puisi

Soni Farid Maulana
pikiran-rakyat.com

ALHAMDULILLAH laman Mata Kata bisa kembali hadir ke hadapan Anda pada Selasa ketiga, April 2011. Dalam kesempatan kali ini, redaksi memilih puisi yang ditulis oleh penyair Ardi Mulyana Haryadi (Garut) dan Moh. Ghufron Cholid (Madura) dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dalam puisi yang ditulisnya, Ardi menuliskan pengalaman batinnya lewat gaya ungkap haiku dengan pola 5-7-5 suku kata pada setiap lariknya. Continue reading “Menulis Ulang Sebuah Proses Menulis Puisi”

Mala Zaman Uang

Mohamad Fauzi Sukri *
lampungpost.com

Kita terjebak dalam zaman uang. Sebuah zaman di mana segala-galanya dari, demi, dan untuk uang. Dua sisi mata uang mengimpit kehidupan kita tanpa bisa mengelak: Kemakmuran dan kemungkaran termanifestasi dalam watak uang.

Dari para ekonom kita mengetahui arti penting uang dalam kehidupan kita. Saat Adam Smith mengeluarkan bukunya yang masyhur The Wealth of Nation, 1776 atau 235 tahun yang lalu, dia mengusulkan penggantian uang logam dari perak atau emas jadi uang kertas untuk memperlancar jalannya perekonomian. Continue reading “Mala Zaman Uang”

Penyegaran dari Dunia Maya

Ilham Khoiri
Kompas, 23 Jan 2011

@sisogi: DOA. Hanya satu doanya. Tak bertemu siswanya saat jaga parkir.

CERITA ”Doa” karya @sisogi (nama akun milik aktor komedian Sogi Indra Dhuaja) hanya terdiri dari sembilan kata yang bersahaja. Namun, dari sekelumit informasi yang diracik secara jeli itu, kita bisa menangkap unsur-unsur drama yang menegangkan. Continue reading “Penyegaran dari Dunia Maya”

Hati adalah Lubuk Merah, Membaca “Biografi” Hanna Fransisca

Benny Arnas
Riau Pos, 2 Januari 2011

“Di Sudut Bibirmu Ada Sebutir Nasi” (DSBASN), sajak kedua dari buku puisi Hanna Fransisca yang bertajuk Kode Penyair Han (Kata-Kita, 2010), dibagi dalam empat bagian. Pembagian dalam sajak yang diberi sub judul “:biografi Han” tersebut tampaknya dibuat dengan pertimbangan yang matang. Bila biografi adalah catatan runut, maka DSBASN adalah cerita yang teratur. Memang, pembagian tersebut tidak dimaksudkan untuk menjelaskan perjalanan dalam kerangka waktu, setting, dan konflik tertentu sebagaimana plot dalam cerpen, atau bab dalam novel. Continue reading “Hati adalah Lubuk Merah, Membaca “Biografi” Hanna Fransisca”

Pesantren Al-Amien Prenduan, Penyair Han, dan Etnis Tionghoa dalam Bingkai Karya

Moh. Ghufron Cholid

Senin, 21 Maret 2011 merupakan hari yang istimewa penuh dengan anugerah. Hari ini etnis Tionghoa menjadi tamu pondok pesantren Al-Amien.

Di tengah-tengah robongan ada sosok yang sangat familiar di kalangan masyarakat utamanya pencinta dunia tulis menulis, yang namanya mulai banyak dikenal masyarakat dengan karyanya berjudul Konde Penyair Han (Hanna Fransisca). Continue reading “Pesantren Al-Amien Prenduan, Penyair Han, dan Etnis Tionghoa dalam Bingkai Karya”

Bahasa »