Hikayat Benda-benda

Ilham Khoiri
Kompas, 15 Feb 2009

APA makna botol air mineral, tutup ember, kantong plastik, atau caping petani? Dalam dunia Agus Nur Amal (39), pendongeng asal Aceh yang dijuluki PM TOH, beragam benda keseharian itu bisa dijadikan alat peraga monolog. Dalam pentas, benda-benda itu dimainkan untuk mengajak kita berimajinasi, menjelajahi alam mitologi, sekaligus mengomentari persoalan sosial-politik aktual. Continue reading “Hikayat Benda-benda”

Antara Putu Wijaya dan Asalnya…

Tidak Ada Saling Intervensi, Kalah Menang Atas Asal…

IBM. Dharma Palguna
balipost.com

MENGAPA karya-karya Putu Wijaya yang jauh dari tema Asal justru mengingatkan seorang pembaca seperti saya tentang asal?

Dalam sastra klasik pengarang itu dicitrakan sebagai pengembara estetis. Satu pertanyaan yang paling sering ditujukan kepada seorang pengembara, di mana pun dan kapan pun, adalah ”dari mana ia datang”. Itulah pertanyaan streotip tentang Asal. Continue reading “Antara Putu Wijaya dan Asalnya…”

Saat Puisi Lampung Digugat Publik

Budi P. Hatees, Dwi Wahyu Handayani*
Lampung Post, 26 Juni 2006

Lokalitas dalam karya sastra acap dimaknai secara artifisial, sekadar mengutip idiom-idiom lokal ke dalam ekspresi bahasa sastra, sama-sekali tidak memberi substansial atas kelokalan tersebut.

Fakta inilah yang terungkap dalam diskusi yang membicarakan puisi-puisi karya Udo Z. Karzi di Lantai 1 Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Sabtu malam (24-6). Dalam acara Jumpa Bilik Sastra yang digelar UKMBS Unila itu, penyair yang biasa menulis puisi dalam bahasa Lampung ini, mengawali acara dengan membacakan karya-karyanya. Continue reading “Saat Puisi Lampung Digugat Publik”

Sastra Tutur Terancam, Bahasa Lampung Terpinggirkan

Helena F. Nababan
Kompas, 23 Juni 2006

Gara-gara generasi muda Lampung enggan dan sulit mempelajari bahasa daerahnya sendiri, jumlah penutur asli semakin sedikit. Akibatnya, perkembangan sastra tutur Lampung saat ini semakin terancam.

Riagus Ria, pemerhati seni tradisi Lampung, Kamis (22/6) di Bandar Lampung mengatakan, bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, mempelajari bahasa asli Lampung dinilai sebagai kemunduran, bahkan sebagai hal kuno. Continue reading “Sastra Tutur Terancam, Bahasa Lampung Terpinggirkan”

Bahasa ยป