Sajak sebagai Alat Kontrol Politik

Eri Anugerah*
Media Indonesia, 16 Nov 2006

MENDIANG Presiden Amerika Serikat John F Kennedy pernah memberikan analogi tentang politik dan puisi. Apabila politik membengkokkan, sajak meluruskannya.

Dengan kata lain sajak bisa menjadi sebuah alat untuk mengontrol arah politik. Seperti yang dilakukan Asrizal Nur, Tengku Azmun Jaafar, dan Mastur Taher, serta tujuh orang lainnya yang tergabung dalam Yayasan Panggung Melayu, menjadikan puisi sebagai alat kontrol kekuasaan. Continue reading “Sajak sebagai Alat Kontrol Politik”

Membincang Dunia Sastra Indonesia di Sanur

Nuryana Asmaudi
Bali Post, 17 Des 2006

BALI kembali jadi tuan rumah event sastra bertaraf nasional. Hajatan bertajuk “Temu Sastra II Mitra Praja Utama 2006” (MPU 2006) yang digelar di Hotel Inna Sindhu Beach, Sanur, pada 12-15 Desember lalu itu melibatkan para sastrawan terkemuka Indonesia, pegiat sastra, pengajar, akademisi sastra, sampai birokrat pemerintah. Sebuah peristiwa besar dunia sastra di Tanah Air yang menarik dan penting untuk dicatat. Continue reading “Membincang Dunia Sastra Indonesia di Sanur”

Membincang Sastra Dalam Deru Ombak

Ahmadun Yosi Herfanda
Republika, 24 Des 2006

SEPERTI terinspirasi Temu Sastra I Mitra Praja Utama (MPU) yang digelar di Pantai Anyer Banten, pekan lalu Temu Sastra II MPU digelar di tepi Pantai Sanur, Bali. Di aula terbuka Hotel Inna Sindhu Beach, sekitar 20 meter dari garis pantai, diskusi dan pentas sastra dilaksanakan, dalam iringan deru angin dan ombak. Di malam hari, deru ombak makin terdengar nyata, mengiringi suara pembicara dan pembaca sajak. Continue reading “Membincang Sastra Dalam Deru Ombak”

Benarkah sastra indonesia itu ada ?

Yogi Sutopo

Esensi dari sastra adalah sebuah karya yang lahir dari eksistensi sastra itu sendiri. Eksistensi sastra akan sangat mudah dilihat jikalau mampu melahirkan banyak karya sastra. Namun sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian sastra sendiri itu seperti apa. Pengertian sastra sampai sekarang masih sangat subyektif, dalam artian tidak ada patokan yang jelas untuk mendeskripsikannya. Namun dari yang sering dikatakan oleh para pakar sastra, pengertian sastra adalah karya imaginatif yang bermediumkan bahasa dan berunsur estetis puitis. Continue reading “Benarkah sastra indonesia itu ada ?”

Bahasa ยป