PEMBELAJARAN DARI SAYEMBARA

Sani B Kuncoro
http://pawonsastra.blogspot.com/

Mengikuti sayembara penulisan fiksi, serupa mengikuti sebuah lelang tertutup. Peserta tidak akan mengetahui siapa pesertanya, berapa jumlah pengikutnya, apalagi kekuatan peserta lain sebagai lawan tanding.

Berbeda dengan pertandingan olahraga, di mana masing-masing peserta saling berhadapan sehingga bisa saling mengukur kekuatan lawan, sehingga memungkinkan dilakukannya strategi baru ataukah menambah atau menyimpan kekuatan. Maka cara terbaik mengikuti sayembara tersebut adalah dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil maksimal. Continue reading “PEMBELAJARAN DARI SAYEMBARA”

Taufiq Ismail: Sistem Pendidikan Sastra Kita Keliru

Pewawancara: Oka Rusmini, Gus Martin
balipost.co.id, 23/3/2003

Di tengah hiruk-pikuk perkembangannya, ternyata sastra Indonesia sesungguhnya masih terasa asing dan sendiri. Kesunyian inilah yang membuat Taufiq Ismail merasa harus turun ke daerah-daerah, sekolah-sekolah, universitas, untuk memperkenalkan kembali karya sastra Indonesia di mata pelajar, bertahun-tahun tanpa lelah. Akhirnya, perjuangan sastrawan ini mendapat perhatian dari Universitas Negeri Yogyakarta. Continue reading “Taufiq Ismail: Sistem Pendidikan Sastra Kita Keliru”

Seks dan Spiritualitas, Sebuah Kajian

Alwan Rosyidi
http://www.kompasiana.com/alwan.rosyidi

Seks selalu menjadi tema sentral dalam segala ruang perbincangan publik. Saya sendiri tak tertarik untuk bergabung dalam ruang-ruang diskusi seperti itu, karena kebanyakan daripadanya lebih cenderung kepada joke-joke yang cabul. Tidak elegan, tidak etis, dan—sejujurnya—terasa memuakkan. Kalaupun terkadang saya tertarik dalam forum seperti itu, hal itu tak lebih hanya karena pesona libidal yang merangsang naluri seksual saya, tapi itu juga sering saya tepis. Continue reading “Seks dan Spiritualitas, Sebuah Kajian”

Bahasa »