Jam tiga lewat hampir jam empat, Pram!

Dani Fuadhillah
http://pawonsastra.blogspot.com/

Sebenarnya aku tidak berani untuk menceriterakan tentang diri kamu, apalagi kalau harus berkoar-koar, seolah aku ini benar-benar kenal dekat dengan kamu. Menulis tentang kisah-kisah kamu, tentang kamu punya pengalaman, tentang kamu punya pena sakti yang dapat mengeluarkan cairan tinta beraroma wangi, dapat merangkaikan setiap kata menjadi kalimat-kalimat yang tajam menusuk dan menyayat hati setiap orang yang pernah kamu, -dalam tanda petik- kamu garis bawahi. Menggambarkan tentang sosok kamu, perangai kamu, sepak terjang kamu dan semua tentang kamu. Ngeri aku melakukannya. Namun begitulah adanya, sebab bukti dan fakta yang ada. Continue reading “Jam tiga lewat hampir jam empat, Pram!”

Laporan Pertama Seorang Distributor Bodoh

Indrian Koto
pawonsastra.blogspot.com

Salam,
Saya ingin membikin laporan singkat soal nasib buletin Pawon sastra yang dikirim ke Yogya edisi Januari lalu. Karena belum ada kesepakatan apa pun sebelumnya dan saya merasa sayang juga kiriman Pawon sebanyak itu harus dibagikan dnegan gratis ke kawan-kawan, maka saya berkehendak mencoba membantu mendistribusikannya dulu sebelum dibagikan. Saya sempat meminta izin kawan Joxum sebelumnya dan memberitakan perihal itu. kawan Joxum emberi restu maka jadilah saya mencoba menawarkan pawon ke orang-orang. Continue reading “Laporan Pertama Seorang Distributor Bodoh”

Lembar-lembar Gelap Seorang Pram

Andari Karina Anom
tempointeraktif.com

SECARIK surat mendarat di meja panitia hadiah Magsaysay di Manila, Filipina, pada Juli 1995. Dua puluh lima sastrawan dan budayawan kenamaan Indonesia membubuhkan tanda tangan di lembaran itu. Mochtar Lubis, salah satu peneken surat itu bahkan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya sebagai tanda “berduka”.

Mereka memprotes diberikannya penghargaan sastra itu kepada Pramoedya Ananta Toer karena “peran tidak terpujinya pada masa paling gelap bagi kreativitas di zaman Demokrasi Terpimpin, ketika dia memimpin penindasan sesama seniman yang tidak sepaham dengan dia.” Continue reading “Lembar-lembar Gelap Seorang Pram”

Plagiat dan Kegersangan

Teuku Kemal Fasya
http://edukasi.kompas.com/

Wajah perguruan tinggi Indonesia kembali biru-lebam. Seorang guru besar Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan dituduh melakukan plagiarisme atau penjiplakan tulisan Carl Ungerer, penulis asal Australia.

Menurut pernyataan The Jakarta Post, artikel ”RI as a New Middle Power” adalah copy-paste dari tulisan yang diterbitkan di sebuah jurnal politik dan sejarah di Australia, ”Middle Power: Concept in Australian Foreign Policy” (The Jakarta Post, 4/2). Kasus ini memang akhirnya membongkar praktik plagiarisme sang profesor yang telah dilakukan enam kali (Kompas, 10/2). Continue reading “Plagiat dan Kegersangan”

Pursuit of Happyness: Pengejaran atas Sebuah Kebahagiaan

Ary Wibowo
http://pawonsastra.blogspot.com/

DIILHAMI dari kisah nyata Chris Gardner seorang pialang saham sukses, film yang disutradarai Gabriel Muccino berhasil memotret realita kehidupan warga Amerika sebenarnya.

Pursuit of Happyness menceritakan sebuah pergumulan hidup seorang ayah muda dan anak lelakinya. Tak seperti film-film keluarga produksi Hollywood yang lain, film ini justru jauh dari nuansa keluarga yang ideal yang kondisinya mapan dan bahagia. Dalam film yang berdurasi 90 menit ini, anda akan diajak menyaksikan potret kehidupan sosial orang-orang jelata Amerika. Continue reading “Pursuit of Happyness: Pengejaran atas Sebuah Kebahagiaan”

Bahasa »